RADAR SURABAYA BISNIS - Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut program UMKM Bisa Ekspor telah memfasilitasi sedikitnya 800 pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dengan transaksi ekspor hingga pertengahan tahun ini tercatat lebih kurang Rp 1,4 triliun.
"UMKM Bisa Ekspor fasilitasi lebih dari 800 pelaku UMKM untuk presentasi ke pasar luar negeri dan hasilkan transaksi ekspor sekitar Rp 1,4 triliun hingga pertengahan tahun ini," ujar Budi Santoso ketika mengenalkan program itu di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Jumat (1/8/2025).
Dia menyampaikan, kemajuan program yang digulirkan sejak Januari 2025 oleh Kementerian Perdagangan tersebut saat meresmikan ekspor center Kota Balikpapan dan Kota Batam sebagai bagian strategi nasional mempercepat ekspor produk UMKM ke pasar global.
"Hari ini pembukaan ekspor center di dua lokasi, di Balikpapan dan Batam sebagai upaya agar UMKM bisa ekspor,” jelasnya.
Ekspor center dirancang sebagai pusat edukasi dan kurasi produk UMKM yang siap dipasarkan secara internasional, terutama sektor non-migas, pelaku UMKM didampingi dalam aspek kualitas produk, pengemasan, perizinan, hingga strategi pasar tujuan.
Kementerian Perdagangan saat ini memiliki 46 perwakilan perdagangan di 33 negara, terdiri dari Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) yang berperan aktif sebagai pemasar produk UMKM Indonesia.
"Jangan tunggu produk baru, produk yang ada sekarang distandarkan akan kami latih dan fasilitasi ekspor, serta dibantu cari bayarnya lewat perwakilan dagang di luar negeri,” katanya. (ara/opi)
Editor : Nofilawati Anisa