RADAR SURABAYA BISNIS – Dalam beberapa pekan belakangan, industri perdagangan diramaikan dengan munculnya beras oplosan.
Beras oplosan ini menimbulkan kerugian negara hingga triliunan rupiah.
Beras oplosan adalah beras yang dicampur dengan jenis beras lain atau bahkan bahan lain yang bukan beras, seperti plastik atau bahan berbahaya lainnya, untuk tujuan curang atau keuntungan pribadi.
Tujuan dari pengoplosan ini adalah untuk meningkatkan volume atau mengubah penampilan beras agar terlihat lebih menarik dan dijual dengan harga lebih tinggi.
Pembeli dirugikan karena membayar harga beras berkualitas tinggi untuk beras yang sebenarnya dicampur dengan bahan murah atau berbahaya.
Industri beras dan petani dirugikan karena beras oplosan merusak reputasi beras berkualitas.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus menggencarkan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar dan distributor beras di kota Pahlawan.
Langkah ini sebagai respons atas arahan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk memastikan keamanan pasokan beras dan mencegah beredarnya produk oplosan yang merugikan masyarakat.
Ketua Tim Kerja Pengendali Distribusi Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan Kota Surabaya (Dinkopdag), Sony Ahadian menjelaskan bahwa sidak sudah mulai dilakukan sejak minggu lalu.
“Ada beberapa titik yang kami datangi, yakni Pasar Wonokromo, Soponyono, Pucang Anom, dan Tambahrejo, serta beberapa distributor beras,” jelas Soni saat dikonfirmasi, Rabu (30/7/2025).
Menurutnya, sidak ini lebih difokuskan pada dua hal utama, yakni menjaga ketersediaan stok beras di pasaran, dan memastikan kesesuaian takaran dalam kemasan.
Sementara isu beras oplosan, kata Soni, masih dalam pemantauan bersama instansi terkait lainnya.
“Kami tidak masuk ke ranah pengujian beras oplosan secara langsung, namun lebih menyoroti kelengkapan label, takaran dalam kemasan, dan tentu saja kestabilan distribusi dan harga di pasar,” tegasnya.
Dari hasil sidak sejauh ini, belum ditemukan indikasi adanya pelanggaran berat.
Ketersediaan beras dinilai masih aman dan mencukupi kebutuhan warga, meskipun ada fluktuasi harga di sejumlah tempat.
Ia juga memastikan bahwa Dinkopdag akan terus berkoordinasi dengan Satgas Pangan, Bulog, dan kepolisian untuk mengantisipasi potensi peredaran beras oplosan dan menjaga kelancaran distribusi. (dim/opi)
Editor : Nofilawati Anisa