Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Kopi Nusantara Catat Potensi Transaksi Rp 123 Miliar di World of Coffee di Swiss

Nofilawati Anisa • Rabu, 16 Juli 2025 | 20:57 WIB

 

KIPRAH INTERNASIONAL: Salah satu peserta Indonesia dalam pameran World of Coffee 2025 di Palexpo, Jenewa, Swiss pada 26-28 Juni 2025.
KIPRAH INTERNASIONAL: Salah satu peserta Indonesia dalam pameran World of Coffee 2025 di Palexpo, Jenewa, Swiss pada 26-28 Juni 2025.

RADAR SURABAYA BISNIS - Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Atase Perdagangan (Atdag) RI di Perwakilan Tetap RI (PTRI) Jenewa mencatat kopi Nusantara berhasil meraup potensi transaksi sebesar USD 7,61 juta atau setara Rp 123 miliar pada pameran World of Coffee (WoC) yang berlangsung di Palexpo, Jenewa, Swiss.

Atdag RI di Perwakilan Tetap RI (PTRI) Jenewa Aritta Gracia Girsang mengatakan, cita rasa kopi Indonesia yang kaya sudah memiliki reputasi baik di kalangan konsumen Eropa.

Terutama di Swiss yang merupakan salah satu hub kopi terbesar di Eropa.

"Negara ini merupakan salah satu negara pengimpor green bean sekaligus pengekspor roasted coffee terbesar di wilayah Eropa," ujar Arittadi Jakarta, Rabu (16/7/2025).

Paviliun Indonesia menghadirkan 10 pelaku usaha kopi Indonesia, yaitu lima dipilih melalui kurasi ketat dari Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag RI.

Sedangkan lima peserta lainnya dipilih oleh Atdag di PTRI Jenewa dari penjaringan inovasi produk dan penggiat kopi di wilayah Swiss dan kawasan Eropa.

Menurut Aritta, kurasi kali ini berhasil membawa produsen-produsen kopi unggulan Indonesia dan juga berhasil menyuguhkan variasi, inovasi, dan diversifikasi produk turunan kopi siap saji yang sudah dapat diekspor oleh Indonesia.

Hal ini menjadi terobosan dan aspek promosi penting bagi masa depan industri kopi Indonesia.

Paviliun Indonesia di WoC 2025 mengusung tema “Taste of Archipelago” yang merepresentasikan beragam variasi kopi Nusantara dari Sabang hingga Merauke.

Di Paviliun Indonesia, para pelaku usaha kopi tidak hanya menampilkan kopi, tetapi juga inovasi, diversifikasi produk kopi, dan perangkat pelengkap kopi buatan Indonesia.

Interaksi antara buyer kopi dunia dan pelaku usaha kopi Indonesia sangat tinggi.

Ini terlihat dari signifikannya angka kunjungan ke Paviliun Indonesia, ketertarikan dan keingintahuan pengunjung tentang kopi Indonesia, dan intensitas penjajakan bisnis (business matching) selama pameran.

“Pengunjung Paviliun Indonesia di WoC menunjukkan ketertarikan yang khusus terhadap green bean robusta, green bean arabika, dan kopi kapsul buatan Indonesia dengan cita rasa Nusantara,” ungkap Aritta.

Duta Besar Indonesia untuk Konfederasi Swiss dan Keharyapatihan Liechtenstein, I Gede Ngurah Swajaya mengatakan, WoC adalah ajang penting untuk memperkenalkan kopi Indonesia sekaligus membuka peluang kerja sama dan investasi baru.

Indonesia memiliki potensi ekonomi besar jika bisa memanfaatkan kesempatan ini.

“Yaitu dengan mengajak produsen mesin kopi dunia untuk berinvestasi, membantu meningkatkan kapasitas produksi, dan melatih tenaga kerja di industri kopi," ungkap Ngurah Swajaya.

WoC Jenewa merupakan ajang strategis dalam mempertemukan seluruh pelaku industri kopi global, mulai dari produsen, eksportir, importir, roaster, barista, hingga pelaku rantai pasok kopi lainnya.

Jenewa, sebagai hub internasional, mampu menarik minat pencinta kopi dari seluruh dunia ke pasar Swiss yang kaya dengan inovasi dan kemajuan teknologi industri kopi dunia.

WoC merupakan perhelatan global rutin tahunan yang digagas Specialty Coffee Association (SCA).

Pameran ini diikuti lebih dari 430 pelaku usaha kopi dari berbagai negara. Tercatat hampir 20.000 orang dari lebih 140 negara telah mengunjungi. (ara/opi)

Kinerja Perdagangan Indonesia-Swiss

*Ekspor kopi RI ke Swiss:
1. Januari-Mei 2025 sebesar USD 6,9 miliar
2. Tumbuh 267 persen
3. Januari-Mei 2024 sesesar USD 1,9 miliar

Pemicu pertumbuhan ekspor:
1. Minat importir Eropa terhadap kopi spesial
2. Minat importir Eropa terhadap kopi organik
3. Minat importir Eropa terhadap kopi dari sistem perdagangan berkelanjutan

*Ekspor RI ke Swiss:
1. Januari-Mei 2025 ekspor RI ke Swiss USD 1,36 miliar
2. Tumbuh 62,77 persen

*Impor RI dari Swiss:
1. Januari-Mei 2025 impir RI dari Swiss USD 443 juta

*Neraca perdagangan RI-Swiss:
1. RI catat surplus terhadap Swiss sebesar USD 913,10 juta
2. Total perdagangan RI -Swiss senilai USD 1,80 miliar
3. Nilai ini meningkat 47,20 persen
4. Januari-Mei 2024 total perdagangan RI-Swiss USD 1,22 miliar.

Sumber: Diolah

 

Editor : Nofilawati Anisa
#internasional #green bean #kopi #pameran #jenewa #komitmen #transaksi #swiss #World of Coffee #nusantara