Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Swasembada Gula Bisa Menghemat Devisa Negara hingga Rp 50 Triliun

Mus Purmadani • Rabu, 16 Juli 2025 | 12:59 WIB
KOORDINASI: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kanan) didampingi Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak saat kunjungan kerja ke Pabrik Gula Pesantren Baru Kediri, Selasa (15/7/2025).
KOORDINASI: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kanan) didampingi Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak saat kunjungan kerja ke Pabrik Gula Pesantren Baru Kediri, Selasa (15/7/2025).

RADAR SURABAYA BISNIS – Swasembada gula adalah kondisi dimana suatu negara mampu memenuhi kebutuhan gula domestiknya hanya dari produksi dalam negeri, tanpa perlu impor.

Dalam konteks Indonesia, swasembada gula berarti mampu mencukupi kebutuhan gula konsumsi dan industri.

Serta memproduksi bioetanol dari tebu, tanpa bergantung pada pasokan dari negara lain.
Berikut adalah poin-poin penting terkait swasembada gula:

Swasembada gula merupakan bagian dari upaya mewujudkan kemandirian pangan suatu negara, dimana kebutuhan dasar masyarakat dapat dipenuhi secara mandiri.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan target swasembada gula, termasuk target produksi gula konsumsi pada tahun 2026 dan gula industri pada tahun 2027 atau 2028.

Untuk mencapai swasembada gula, pemerintah telah menyusun peta jalan (road map) yang mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan produksi hingga pengembangan industri bioetanol.

Pemerintah juga berupaya mempercepat target swasembada gula, baik untuk konsumsi maupun industri, serta pengembangan bioetanol.

Meskipun ada upaya dan target, tantangan dalam mewujudkan swasembada gula masih ada, termasuk peningkatan produksi, modernisasi industri, dan fluktuasi harga.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestiamto Dardak mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan kunjungan kerja ke Pabrik Gula Pesantren Baru Kediri, Selasa (15/7/2025).

Kunjungan kerja ini dalam rangka koordinasi dengan industri gula BUMN, sebagai upaya pemerintah dalam mempercepat terwujudnya swasembada gula dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Andi Amran menekankan untuk meningkatkan produksi eksponensial.

Di saat zaman penjajahan, produksi gula Indonesia terbesar nomor dua di dunia, dengan produktivitasnya mencapai 14 ton per hektare.

Namun, setelah merdeka, angka tersebut justru menurun menjadi hanya 4 ton per hektare.

Berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari sisi regulasi, budidaya, dan lainnya akan terus dilakukan perbaikan secara bertahap.

"Semoga tiga tahun ke depan paling lambat 4 tahun kita bisa swasembada. Dengan begitu kita bisa menghemat devisa sebesar Rp 50 triliun, itu dari gula. Dan untuk white sugar atau gula putih tahun depan sudah target swasembada," katanya.

Andi Amran juga menyampaikan bahwa pada kunjungannya ke Kediri ini juga mengumumkan beberapa regulasi yang disetujui atas usulan seluruh petani Indonesia.

Mulai dari kredit usaha rakyat (KUR) yang bunganya flat hanya 6 persen.

Lalu ada pula alokasi dana besar untuk mendukung sektor perkebunan tebu nasional.

"Baru saja kami terima revisi anggaran sebesar Rp 200 miliar untuk plasma. Tadi sudah tanda tangan dan dikirim ke presiden, menteri keuangan, mensesneg. Doakan kalau itu terjadi, tebu dan gula bisa meningkat cepat," ujarnya.

Wali Kota Kediri menyambut baik program dari Menteri Pertanian terkait upaya swasembada gula nasional.

Ditegaskannya pula bahwa pemerintah daerah siap mendukung langkah-langkah strategis pemerintah pusat.

Menurutnya, target swasembada gula bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga memerlukan kolaborasi seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat.

"Saya yakin dan optimis kalau Indonesia bisa kembali berjaya sebagai negara penghasil gula. Di Kota Kediri sendiri ada dua pabrik gula yang masih produksi hingga saat ini," imbuhnya.

Sementara itu Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak menyampaikan komitmennya untuk mempercepat swasembada gula nasional dan menyejahterakan petani tebu.

Dia mengatakan produksi gula di Jawa Timur meningkat lebih dari 50 persen pada musim kemarau 2024.

Berdasarkan taksasi awal musim giling 2025, Jawa Timur diperkirakan menghasilkan 1,4 juta ton gula, meskipun cuaca basah tahun ini diprediksi mempengaruhi rendemen.

"Jatim adalah penyumbang lebih dari separuh produksi gula di seluruh Indonesia," katanya. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#pesantren #pangan #Negara #menteri pertanian #wagub jatim #andi amran sulaiman #target #emil elestianto dardak #swasembada #devisa #gula #kediri #kemandirian #gula industri #pabrik gula #hemat #gula konsumsi