RADAR SURABAYA BISNIS - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) berencana melakukan ekspor baja ke negara-negara anggota BRICS.
Hal ini menyusul bergabungnya Indonesia sebagai anggota ke dalam organisasi tersebut.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko KRAS Daniel Fitzgerald Liman mengatakan, bergabungnya Indonesia ke dalam keanggotaan BRICS membuka peluang bagi perseroan untuk masuk ke industri baja global.
Oleh karena itu, perseroan akan mengoptimalkan potensi kerja sama pengembangan industri baja dengan negara anggota BRICS.
“Termasuk peluang kerja sama pengembangan industri baja dan penyediaan bahan baku,” kata Daniel dalam Paparan Publik Insidentil, dilandir Sabtu (12/7/2025).
Selain itu, perseroan berfokus untuk memulihkan fasilitas produksi hot strip mill pada 2025.
Saat ini, proses pemulihan tersebut telah memasuki proses ramp-up yang telah berlangsung hampir dua tahun.
Fasilitas tersebut juga telah diuji secara equipment availability dan product result untuk memastikan kualitas produksi.
Perihal kinerja, pada 2024 lalu perseroan mencatatkan total volume penjualan sebesar 732,10 ribu ton, sebanyak 51 persen merupakan penjualan baja lembaran dingin.
Di tahun yang sama, perseroan juga mencatatkan total pendapatan sejumlah USD 954,60 juta.
Sementara itu, perseroan mencatatkan laba operasi sejumlah USD 26,69 juta.
Angka itu mengalami peningkatan dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya yang memperoleh rugi operasi sebesar USD 8,04 juta.
KRAS juga mencatatkan total aset sejumlah USD 2,89 miliar, meningkat sebesar 1,59 persen dibanding 2023 sebesar USD 2,85 miliar. (ara/opi)
Editor : Nofilawati Anisa