Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Penguasaan Bahasa Inggris Penting di Era Globalisasi, Disarankan Belajar sejak Usia Dini

Nofilawati Anisa • Minggu, 13 Juli 2025 | 16:17 WIB
BELAJAR: Dari kiri: Putri Indonesia Jatim 2025, Anggia Juwita Rachman, Anton Setiawan (Dinas Pendidikan Kota Surabaya), dan Agus Imam Sonhaji melihat pembelajaran di English I Jemursari.
BELAJAR: Dari kiri: Putri Indonesia Jatim 2025, Anggia Juwita Rachman, Anton Setiawan (Dinas Pendidikan Kota Surabaya), dan Agus Imam Sonhaji melihat pembelajaran di English I Jemursari.

RADAR SURABAYA BISNIS – Kemampuan masyarakat Indonesia dalam berbahasa Inggris secara umum masih tergolong rendah.

Berdasarkan Indeks Kecakapan Berbahasa Inggris (English Proficiency Index/EPI) yang dirilis oleh Education First (sekarang English 1), Indonesia menempati peringkat yang cukup rendah dibandingkan negara-negara lain.

Indonesia menduduki peringkat ke-80 dari 116 negara dengan skor 468.

Capaian ini turun bila dibandingkan dengan posisi di tahun sebelumnya, yang masih di peringkat 79 dengan skor 473.

EPI juga melaporkan, berdasarkan kota, wilayah dengan skor tertinggi di Indonesia dalam kecakapan berbahasa Inggris adalah Surabaya. Skornya 539.

Kota Surabaya mengungguli Jakarta dan Bandung yang skornya sama-sama 523.

Di Surabaya, saat ini English 1 memiliki enam lokasi, masing-masing di Jemursari, Galaxy Mall, Puri Mas, Plaza Surabaya, Bukit Mas, dan Pakuwon Wall.

Senior Regional Director English 1 Andika Eka Putri mengatakan, pihaknya terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang maksimal dan optimal kepada masyarakat Indonesia yang ingin belajar bahasa Inggris.

Lembaga Kursus English 1 juga terus menggali kreativitas untuk menghadirkan pengalaman baru dalam belajar bahasa Inggris.

“Kami selalu berusaha membuat siapa pun yang belajar bahasa Inggris di tempat kami merasa senang dan enjoy,” ungkap Andika di sela dibukanya lokasi baru di Jemursari, Jumat (11/7/2025).

Lebih jauh ia menjelaskan, setelah 30 menyandang bendera English First maka mulai April 2025 lalu berganti nama menjadi English 1.

“Kita di Indonesia sudah ada sejak tahun 1995. Nama baru membawa kebaharuan yang identik dengan upgrade, untuk menunjukkan komitmen kita memperbaiki fasilitas dan memberikan yang terbaik,” sambungnya.

Perbaikan fasilitas ini, lanjut Andika, juga berdasarkan masukan dari orang tua murid.

“Kami selalu mendengarkan masukan dari para orang tua untuk bersama-sama memberikan yang terbaik pada buah hati kita dalam belajar bahasa Inggris,” jelasnya.

Diakui Andika, belajar bahasa Inggris di lokasi yang nyaman akan membuat anak-anak lebih enjoy.

Karena enjoy biasanya apa yang diterima oleh anak-anak pun bisa lebih cepat dicerna.

Diakui Andika, tak sedikit tantangan yang muncul dalam penggunaan bahasa Inggris. Salah satunya adalah soal infrastruktur.

“Belum begitu banyak fasilitas yang menjadikan English environment bagi anak-anak untuk belajar bahasa Inggris,” ujarnya.

Beruntung, Andika menyebut jika pemerintah terus memberikan dukungan terhadap pembelajaran bahasa Inggris.

Misalnya di tahun ajaran baru 2027/2028 nanti, bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD). “Tentu saja itu kabar baik bagi kita, berita yang sangat kita nantikan,” ujarnya.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji yang turut hadir dalam acara ini menyebut bahwa bahasa Inggris menjadi salah satu modal utama dalam menghadapai globalisasi.

“Untuk menghadapi globalisasi, kita membutuhkan bahasa Inggris untuk melewatinya. Terima kasih sudah menyediakan tempat pembelajaran yang bagus dan sangat bermanfaat ini,” ujar Agus.

Dengan jumlah pendudukan tiga juta jiwa lebih, Agus menyebut Surabaya menjadi market yang bagus untuk lebaga kursus Bahasa, termasuk Bahasa Inggris.

Apalagi bahasa Inggris terus dibutuhkan dalam perkembangan zaman dengan kemajuan globalisasi maupun teknologi.

Sementara itu, Putri Indonesia Jawa Timur 2025 Anggia Juwita Rachman Putri Indonesia Jawa Timur 2025 Anggia Juwita Rachman mengaku jika kemampuan bahasa Inggris yang dimilikinya sangat mendukung profesinya saat ini.

Bahkan kemampuan bahasa Inggris juga mendukung kegiatan akademiknya sebagai mahasiswa semester 4 Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair).

“Dalam menjalani aktivitas kuliah saya, jurnal dan artikel banyak yang menggunakan bahasa Inggris. Dengan kemampuan yang saya punya, itu sangat membantu sekali,” ujarnya.

Anggia mengaku sudah sejak kecil dikenalkan oleh orang tuanya terhadap bahasa internasional itu.

“Bahkan di usia lima tahun saat MPLS sekolah, saya sudah mengenalkan diri pakai bahasa Inggris,” ujarnya.

Ditambahkan Anggia, belajar Bahasa Inggris sebaiknya dilakukan sejak usia dini.

Jangan merasa takut atau malu karena belajar memang butuh proses. “Kita tidak mungkin langsung bisa. Ya seperti proses belajar nggowes, lama-lama kalua rajin dan disiplin akan membawa hasil yang baik,” pesannya. (nis/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#skor #English 1 #usia dini #surabaya #bahasa inggris #english first #belajar #penguasaan #EPI