Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Kimia Farma Sukses Tekan Kerugian di Tahun 2024 hingga Tinggal Rp 1,2 Triliun

Nofilawati Anisa • Selasa, 8 Juli 2025 | 22:30 WIB
BELANJA: Suasana salah satu apotek Kimia Farma. Kimia Farma mencatat kinerja positif, yaitu mampu menekan rugi Rp 2,26 triliun pada 2023 menjadi rugi Rp 1,20 triliun pada 2024.
BELANJA: Suasana salah satu apotek Kimia Farma. Kimia Farma mencatat kinerja positif, yaitu mampu menekan rugi Rp 2,26 triliun pada 2023 menjadi rugi Rp 1,20 triliun pada 2024.

RADAR SURABAYA BISNIS - PT Kimia Farma Tbk optimistis mampu melanjutkan kinerja dengan tren positif di tengah persaingan yang semakin menantang.

Perusahaan terbuka dengan kode KAEF di lantai bursa itu juga optimistis meningkatkan penjualan pada tahun ini, setelah perseroan melakukan perbaikan kinerja keuangan pada 2024.

Direktur Utama Kimia Farma Djagad Prakasa Dwialam mengatakan jika pihaknya lebih optimistis di tahun 2025 ini.

“Sudah banyak perbaikan yang kita lakukan. Kita expect untuk double digit growth di tahun ini, dan perbaikan yang signifikan juga di bottom line,” kata Djagad, Selasa (8/7/2025).

Kimia Farma mencatat, transformasi bisnis sejak tahun lalu berdampak positif terhadap pertumbuhan penjualan, penurunan COGS (beban pokok penjualan) dan penurunan beban usaha.

COGS tahun 2024 tercatat turun 1,02 persen menjadi Rp 6,99 triliun, dibandingkan dengan tahun 2023 sebesar Rp 7,06 triliun.

Hal ini berdampak positif terhadap peningkatan laba bruto perseroan sebesar 4,96 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Sementara itu, beban usaha pada 2024 juga turun 15,68 persen menjadi Rp 3,79 triliun dibandingkan dengan tahun 2023 sebesar Rp 4,49 triliun.

Hal ini, catat perseroan, menjadi capaian penting yang menunjukkan bahwa arah transformasi dan pembenahan internal yang ditempuh perseroan sudah berada di jalur yang tepat.

Selanjutnya, net income Kimia Farma pada 2024 mengalami pertumbuhan signifikan yaitu 46,56 persen secara tahunan.

Dari rugi Rp 2,26 triliun pada 2023 menjadi rugi Rp 1,20 triliun pada 2024.

Dengan pertumbuhan penjualan yang fokus pada profitabilitas dan optimalisasi kinerja biaya, serta efektifnya restrukturisasi utang pada beberapa bank, Kimia Farma menyampaikan pihaknya berhasil mencetak penurunan rugi bersih sebesar Rp 1,05 triliun pada 2024.

Djagad menambahkan, Kimia Farma terus melakukan transformasi bisnis secara menyeluruh.

Perseroan menjalankan tiga strategi utama untuk menghadapi dinamika industri farmasi nasional yang kompetitif, sekaligus untuk mewujudkan pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan.

Strategi pertama, penguatan fundamental bisnis melalui simplifikasi portofolio produk dengan mendorong produk unggulan yang bernilai tinggi dan memiliki margin kompetitif.

Kedua, optimalisasi saluran penjualan untuk memperluas jangkauan dan memperkuat penetrasi pasar, sehingga mampu meningkatkan daya saing dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Ketiga, memperkuat digitalisasi di sektor apotek dan inovasi produk melalui pengembangan produk baru yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan tren kesehatan masyarakat.

Di sisi lain, perseroan juga menjalankan optimalisasi keuangan melalui cost efficiency dan cost control yaitu ⁠optimalisasi HPP dan pengendalian biaya operasional.

Melalui implementasi tersebut, perseroan optimistis dapat memperkuat posisinya di industri farmasi nasional dan mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Menurut dia, Kimia Farma juga mendukung terciptanya akses kesehatan yang mandiri, berkualitas, dan terjangkau bagi masyarakat, sejalan dengan Asta Cita Presiden RI.

Perseroan menyampaikan bahwa pembenahan internal terus dilakukan, termasuk optimalisasi aset dan struktur bisnis sehingga kinerja keuangan perusahaan semakin solid.

Menurut perseroan, Kimia Farma berhasil menghadapi tantangan tersebut dan memanfaatkan berbagai peluang serta momentum pertumbuhan perekonomian nasional.

Kemudian, transformasi menyeluruh juga dilakukan terhadap seluruh segmen bisnis Kimia Farma yaitu manufaktur, trading dan distribusi, ritel, dan segmen lainnya.

Pencapaian ini sebagai cerminan dari kerja keras seluruh insan perusahaan farmasi dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat.

Kimia Farma juga melakukan transformasi melalui reorientasi bisnis hingga anak perusahaan. Penataan dilakukan mulai dari penataan fasilitas produksi, portofolio produk obat (etikal, obat generik dan over the counter/ OTC), hingga kanal distribusi dan jaringan ritel.

Perusahaan juga memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan organisasi berbasis kinerja, serta menjalankan strategi efisiensi biaya untuk menjaga keberlanjutan usaha.

“Selain itu, Kimia Farma terus berupaya memperbaiki struktur keuangan dan menata kembali aset-aset agar lebih produktif dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan,” pungkasnya. (ara/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#kinerja #transformasi #bisnis #kimia farma #perseroan #bruto #kerugian #KAEF #laba #Djagad Prakasa Dwialam #tahun 2024