RADAR SURABAYA BISNIS - Pendirian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Jatim menunjukkan progres signifikan.
Hingga Senin (23/6), tercatat sudah ada 8.494 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang menerima Surat Keputusan (SK) pengesahan.
Itu setara 94,7 persen dari total desa/kelurahan di Jawa Timur.
"Pemprov mendukung sepenuhnya keberadaan koperasi. Selain membantu legalitas sebanyak 3.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Pemprov juga membentuk satuan tugas (Satgas) percepatan pembentukan koperasi. Ibu gubernur sudah mengesahkan adanya peraturan soal satgas. Ini untuk mempermudah koordinasi," ujar Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim Endy Alim Abdi Nusa, Selasa (24/6).
Endy memastikan jika Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Jatim siap beroperasi Juli sesuai target presiden.
Menurutnya perlu upaya bersama dalam mendorong kelancaran operasionalnya.
"Nantinya akan ada ada pendampingan soal jalannya bisnis koperasi. Termasuk teknisnya jika koperasi merah putih jadi distributor gas melon (3 kg) atau pupuk. Nanti akan dibahas bagaimana percepatan bisnisnya," katanya.
Kakanwil Kemenkum Jatim Haris Sukamto mengatakan jika rapat Satgas Percepatan Pembetukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sudah digelar.
Sebanyak 22 kabupaten/kota telah tuntas 100 persen. Termasuk Surabaya, Sidoarjo, Ponorogo, Jombang, dan Kota Pasuruan.
"Ada beberapa evaluasi penting, kami mencatat sejumlah kendala yang masih menghambat percepatan baik secara teknis, operasional, koordinasi maupun anggaran. Dari sisi teknis, perbedaan nama desa dengan data Kemendagri, serta SK AHU salah lokasi," jelasnya.
Selain itu, lanjut Haris, secara operasional terdapat keterbatasan pendamping koperasi.
Misalnya di Lamongan yang hanya memiliki enam orang untuk 474 desa.
Selanjutnya, lemahnya komunikasi antara pengurus koperasi dan notaris di beberapa wilayah seperti Pasuruan dan Sumenep.
“Kami juga merekomendasikan beberapa poin penting. Yakni percepatan terfokus di daerah yang stagnan seperti Bojonegoro, Bondowoso, Sampang, Pasuruan,” pungkasnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa