RADAR SURABAYA BISNIS - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur Iwan mengatakan industri makanan dan minuman (mamin) di Jawa Timur memegang porsi sangat besar dalam struktur industri daerah.
Menurutnya industri mamin menyumbang 41 persen dari total industri pengolahan di Jawa Timur.
Sedangkan industri pengolahan menyumbang 31 persen terhadap struktur PDRB Jatim.
"Hal ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki sektor mamin, khususnya dari kalangan IKM dan UMKM. Diketahui sekitar 70 persen dari industri mamin di Jawa Timur berasal dari pelaku IKM dan UMKM lokal," katanya, Kamis (12/6).
Lebih lanjut Iwan mengatakan, pengetahuan tentang teknologi pangan dan pertanian sangat diperlukan, terutama untuk memperkuat daya saing pelaku UMKM di Jatim.
Menurutnya teknologi hasil pertanian dan pangan harus terus dikenalkan ke pelaku UMKM agar siap bersaing.
"Kami ingin UMKM kita bisa go internasional. Pameran menjadi langkah awal untuk menjalin koneksi bisnis global," ujarnya.
Disperindag Jatim juga terus mendampingi para pelaku usaha dalam peningkatan kualitas produk, termasuk dari sisi kemasan dan pemasaran.
Dia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus menjaga pertumbuhan sektor ini agar berkontribusi pada ekonomi daerah.
Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim Endy Alim Abdi Nusa.
Endy menjelaskan program pelatihan UMKM masih tetap dilakukan pada tahun 2025.
Sehingga nanti UMKM ini memiliki manajemen yang bagus yang berdampak dengan adanya investasi atau bantuan dana dari bank untuk pengembangan usaha.
"Kami juga akan membantu dalam kemudahan berusaha dengan izin berusaha serta diajari memanajemen uang agar pihak bank memberikan modal," katanya.
Selain itu, lanjut Endy, pihaknya juga membantu untuk mengarahkan pelaku UMKM mendapatkan modal dari bank pemerintah.
"Jadi pelaku UMKM tidak terjerat dengan pinjol, bahkan kalau bank pemerintah akan diberikan keringanan bunga yang tidak memberatkan pelaku UMKM," jelasnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa