RADAR SURABAYA BISNIS - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membeberkan strategi kunci pemerintah dalam mencapai swasembada gula nasional.
Strategi-strategi ini difokuskan pada peningkatan produktivitas, efisiensi budidaya, pemberdayaan petani secara berkelanjutan dan peningkatan pendapatan petani tebu.
“Alhamdulillah pangan kita sudah cukup. Stok kita tertinggi selama merdeka yaitu 4 juta ton. Jadi sekarang kita mulai melihat komoditas perkebunan yaitu tebu, kopi, kakao, karet dan lain sebagainya,” ungkap Amran dalam keterangannya, Rabu (11/6)
Ia menjelaskan, saat ini Indonesia fokus pada perkebunan tebu.
Diharapkan dalam tempo dua hingga tiga tahun mendatang Indonesia sudah mampu swasembada gula.
“Paling lambat empat atau lima tahun, Indonesia bisa mulai meraih swasembada gula,” sambungnya.
Lebih lanjut Amran merinci enam strategi kunci yang akan dilakukan oleh pemerintah secara komprehensif dalam mewujudkan swasembada gula nasional.
"Pertama, melakukan penguatan penyuluhan kepada petani, kedua, memperbaiki sistem pengelolaan perkebunan tebu, ketiga, menyediakan sarana produksi, termasuk memberikan kemudahan akses pupuk, yang berikutnya adalah irigasi, yang kelima pengelolaan tanah dan yang keenam adalah harga harus menguntungkan petani. Kalau ini diberesin semua, swasembada jadi kenyataan,” jelas Amran.
Mentan juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan keenam strategi tersebut membutuhkan kerja sama lintas sektor, baik pemerintah pusat, daerah, BUMN, maupun swasta.
“Alhamdulillah, kita bekerja keras dan bergandengan tangan. Ini tidak bisa diselesaikan sendiri. Ini adalah PR kita bersama. Kita kolaborasi, pasti bisa,” ucap Amran.
Amran juga bertekad untuk meningkatkan produktivitas gula nasional yang saat ini masih di kisaran empat ton per hektare.
Seperti diketahui, data menunjukkan produksi gula per hektare sempat menembus angka 14 ton, yakni terjadi pada era 1930-an.
“Ini berarti harus ada yang dibenahi. Doakan mudah-mudahan minimal produksi gula kita bisa seperti jaman dulu lagi, minimal 14 ton lah produksinya,” ujar Amran dengan optimistis.
Selain itu, melihat tren produksi saat ini, Mentan Amran juga optimistis kebutuhan gula konsumsi dalam negeri mampu tercukupi sepenuhnya paling lambat di tahun 2026.
“Kita penuhi dulu gula konsumsi. Paling lambat tahun depan gula konsumsi sudah beres. Tapi jangan hanya gula konsumsi. Kita kejar juga gula industri. Kalau ini berhasil, kita bisa menghemat devisa hingga Rp 40 triliun,” tukas Amran.
Sebagai informasi, Peraturan Presiden No. 40 Tahun 2023 menargetkan swasembada gula konsumsi tercapai pada 2028, dan swasembada gula industri serta bioetanol pada 2030.
Saat ini, produksi gula nasional pada 2024 tercatat 2,46 juta ton, naik 8,57 persen dari 2023.
Namun, kebutuhan nasional mencapai 8,1 juta ton, sehingga masih perlu tambahan 5,6 juta ton untuk mencapai swasembada. (mus/opi)
Strategi Kejar Swasembada Gula
*Enam strategi swasembada gula nasional:
1. Penguatan penyuluhan kepada petani
2. Memperbaiki sistem pengelolaan perkebunan tebu
3. Menyediakan sarana produksi dan kemudahan akses pupuk
4. Irigasi
5. Pengelolaan tanah
6. Harga harus menguntungkan petani
*Kementan akan kerja sama dengan:
1. Pemerintah pusat
2. Pemerintah daerah
3. BUMN
4. Swasta
*Produktivitas saat ini empat ton per hektare
*Peraturan Presiden No. 40 Tahun 2023:
1. Menargetkan swasembada gula konsumsi di 2028
2. Menargatekan swasembada gula industri serta bioetanol di 2030
*Produksi gula nasional 2024:
1. Sebanyak 2,46 juta ton
2. Naik 8,57 persen dari 2023
3. Kebutuhan nasional 8,1 juta ton
4. Perlu tambahan 5,6 juta ton untuk swasembada
Sumber: Diolah
Editor : Nofilawati Anisa