Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Pergerakan Inflasi di Jawa Timur Tunjukkan Fluktuasi Dinamis, Begini Penjelasan BPS

Mus Purmadani • Rabu, 11 Juni 2025 | 03:17 WIB

 

BELANJA: Cabai rawit menjadi salah satu kelompok makanan dan minuman yang berpengaruh terhadap inflasi.
BELANJA: Cabai rawit menjadi salah satu kelompok makanan dan minuman yang berpengaruh terhadap inflasi.

RADAR SURABAYA BISNIS - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat selama tahun 2024, pergerakan inflasi bulanan menunjukkan fluktuasi yang cukup dinamis.

Sepanjang tahun tersebut, frekuensi terjadinya inflasi lebih tinggi dibandingkan dengan deflasi.

Deflasi tercatat hanya terjadi pada bulan Januari, Mei, Juni, Agustus, dan September. Inflasi tahunan (year on year) Jawa Timur per Desember 2024 tercatat sebesar 1,51 persen.

"Capaian ini masih berada dalam kisaran target inflasi nasional tahun 2024 yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, yaitu sebesar 2,5 persen ± 1 persen, yang
mencerminkan kondisi inflasi yang relatif terkendali," ujar Kepala BPS Jatim Zulkipli, Selasa (10/6).

Secara umum dalam satu tahun, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor utama dalam menentukan arah inflasi maupun deflasi setiap bulannya, kecuali pada bulan April dan Juli 2024.

Kontribusi signifikan dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau terutama berasal dari subkelompok makanan.

"Hal ini disebabkan oleh tingginya volatilitas harga pada komoditas pangan seperti cabai rawit, cabai merah, bawang merah, telur ayam ras, daging ayam ras, dan beras yang termasuk dalam subkelompok tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, subkelompok minuman tidak beralkohol serta rokok dan tembakau menunjukkan pengaruh yang relatif lebih kecil terhadap pergerakan inflasi kelompok ini secara keseluruhan.

Selanjutnya, analisis inflasi bulanan (month-to-month) menurut kelompok pengeluaran dilakukan untuk mengidentifikasi pengaruh faktor geografis, kondisi sosial - ekonomi, serta kebijakan pemerintah terhadap pergerakan inflasi di Jatim.

Tahun 2024 diawali dengan kejadian deflasi sebesar 0,10 persen pada Januari dibandingkan dengan Desember 2023.

Deflasi ini utamanya dipicu oleh kelompok transportasi terutama komoditas angkutan udara dan bensin.

"Penurunan harga tiket pesawat terjadi setelah kenaikan harga tiket pesawat yang cukup tinggi di sekitar libur Natal 2023 dan tahun baru 2024. Di sisi lain, pemerintah melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) di Januari 2024 sehingga membuat harga bensin turun. Setelah mengalami deflasi pada Januari 2024, inflasi terjadi mulai Februari sampai dengan April 2024, dengan tekanan inflasi tertinggi sepanjang tahun tercatat pada Maret 2024 sebesar 0,64 persen," jelasnya. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#makanan dan minuman #Zulkipli #tembakau #kontributor #frekuensi #tiket pesawat #inflasi #harga #target #BPS Jawa Timur #deflasi #cabai