Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Neraca Perdagangan Jatim Defisit USD 1,37 Miliar, BPS Jawa Timur Ungkap Penyebabnya

Nofilawati Anisa • Sabtu, 7 Juni 2025 | 19:08 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

RADAR SURABAYA BISNIS - Pergerakan neraca perdagangan Jawa Timur selama bulan Januari - April 2025 kembali mengalami defisit yaitu mencapai USD 1,37 miliar.

"Defisit neraca perdagangan Jawa Timur tersebut, disebabkan nilai impor lebih tinggi dibandingkan nilai ekspornya," ujar Zulkipli, kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Sabtu (7/6).

Ia menyebut, telah tercatat bahwa nilai impor Jawa Timur pada Januari hingga April 2025 mencapai USD 9,68 miliar, sedangkan nilai ekspornya mencapai USD 8,31 miliar.

"Secara lebih detail, defisit neraca perdagangan Jawa Timur dari Januari hingga April 2025 disebabkan oleh kinerja perdagangan sektor migas yang mengalami defisit," sebut Zulkipli.

Defisit perdagangan pada sektor migas, dikatakannya, mencapai USD 1,51 miliar.

Sementara itu kinerja sektor nonmigas masih mengalami surplus sebesar USD 139,26 juta.

Dimana nilai ekspornya sebesar USD 8,10 miliar yang berarti lebih tinggi dibandingkan nilai impornya sebesar USD 7,96 miliar.

"Secara umum, kinerja sektor migas perlu diperbaiki agar neraca perdagangan Jawa Timur dapat berubah menjadi surplus," pungkas Zulkipli.

Nilai impor Jawa Timur ,ulai Januari hingga April 2025 secara kumulatif meningkat 1,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Nilai impor Jawa Timur Januari hingga April 2025 senilai USD 9,68 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 1,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Nilai impor nonmigas yang mencapai USD 7,96 miliar juga mengalami peningkatan sebesar 10,33 persen.

Impor Jawa Timur bulan April 2025 mencapai USD 2,69 miliar atau naik 21,51 persen dibandingkan April 2024.

Untuk impor nonmigas, Jawa Timur saat ini tercatat USD 2,35 miliar atau naik 39,49 persen.

Sedangkan impor migas tercatat USD 344,66 juta atau turun 35,27 persen dibandingkan April 2024. (mus/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#perdagangan #Neraca #Zulkipli #bps #jawa timur #surplus #ekspor #migas #Nonmigas #defisit #impor