Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Mengenal Etnapraya, Brand Tas Asli Surabaya yang Menggabungkan Material Kulit dengan Grafir Batik Modern

Andy Satria • Rabu, 4 Juni 2025 | 14:59 WIB
TAS ETNIK: Penggemar tas etnik ketika menunjukkan pouch bag berbahan kulit, yang dipadukan dengan kain batik koleksi Etnapraya, di Surabaya, Selasa (3/6).
TAS ETNIK: Penggemar tas etnik ketika menunjukkan pouch bag berbahan kulit, yang dipadukan dengan kain batik koleksi Etnapraya, di Surabaya, Selasa (3/6).

RADAR SURABAYA BISNIS - Tren dunia fesyen terus mengalami perubahan, tak terkecuali dalam urusan tas.

Kini, tas tak lagi harus senada dengan baju atau sepatu. Justru, semakin unik dan sesuai karakter pengguna, semakin dicari.

Hal itu pula yang menjadi dasar lahirnya Etnapraya, brand tas etnik asal Surabaya yang memadukan unsur tradisional dengan sentuhan modern nan eksklusif.

Etty Ariati Soraya selaku owner Etnapraya yang juga praktisi public relation, serta pengajar di bidang industri kreatif ini mengatakan bahwa awalnya ia memiliki kegemaran berburu souvenir ketika travelling ke berbagai kota

“Awalnya saya suka travelling, dan tiap berkunjung ke kota lain, selain mencari kuliner, tetapi juga mencari beberapa souvenir. Terutama pouch bag,” ucap Aya, sapaan karib Etty Ariati Soraya ketika ditemui, Selasa (3/6).

Ya, dari kecintaannya terhadap pouch bag atau tas jinjing ini, munculn ide bisnis.

Bahkan ketika masih bekerja sebagai Marketing Communication di Hotel Sheraton Surabaya, Aya sudah menjadikan pouch sebagai merchandise untuk tamu loyal dan klien hotel.

Setelah kontraknya di sebuah brand besar berakhir usai pandemi, Aya memutuskan untuk melangkah sendiri.

Nama Etnapraya sebenarnya sudah dipersiapkan oleh sang ibu sejak Aya masih aktif bekerja di hotel.

“Ini bentuk pengaplikasian ilmu saya di industri kreatif. Produksinya pun semua masih di Surabaya,” jelasnya.

Ia membuat tas dengan material kulit premium yang dipadukan dengan grafir batik modern.

Tak hanya itu, ia juga menggandeng pengrajin batik dari Batik Wistara, dimana para pengrajinnya adalah penyandang disabilitas.

“Kami ingin bukan hanya menjual produk, tapi juga menyisipkan nilai yang juga ada cerita dibaliknya,” jelas Aya.

Selain dari segi sosial, Etnapraya juga melibatkan mahasiswa dalam proses desain pattern agar tetap relevan dengan tren generasi muda.

Untuk pasar, Etnapraya membidik perempuan usia 30 hingga 50 tahun.

Meski demikian, ada juga koleksi tas pria yang tak kalah stylish.

Dengan harga mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 5 juta, tas-tas ini menyasar segmen menengah atas yang menghargai keunikan dan kualitas. (sam/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#etnik #Grafir #material #tas #Etnapraya #kulit #disabilitas #surabaya #Etty Ariati Soraya #asli #brand #batik #modern