Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Cerita Hariyanto: Warga Surabaya yang Sukses Membuat Pupuk Kandang dari Kotoran Hewan Kurban. Hasilnya Bukan Dijual tapi Malah Dibagi-bagikan Gratis

Rahmat Sudrajat • Rabu, 4 Juni 2025 | 14:34 WIB

BERMANFAAT: Hariyanto saat membersihkan kotoran kambing di kandangnya di kawasan Lontar Surabaya. Setiap hari dia mampu mengumpulkan 100 kilogram kotoran kambing untuk dijadikan pupuk.
BERMANFAAT: Hariyanto saat membersihkan kotoran kambing di kandangnya di kawasan Lontar Surabaya. Setiap hari dia mampu mengumpulkan 100 kilogram kotoran kambing untuk dijadikan pupuk.


RADAR SURABAYA BISNIS – Hari Raya Iduladha selalu memberikan dampak rezeki. Ada banyak bisnis yang muncul karena Hari Raya Kurban tersebut.

Tak hanya bisnis jual beli hewan kurban, tapi juga usaha lain seperti sales hewan korban, jasa konten kreatif, hingga pengantaran.

Bisnis lain yang muncul saat Hari Raya Iduladha adalah pupuk. Seperti yang sudah ditekuni Hariyanto, warga Lontar Surabaya yang sukses membuat pupuk kendang dari kotoran kambing kurban.

Menjelang Hari Raya Iduladha, menjamurnya lapak penjualan hewan kurban di Surabaya tak hanya membawa berkah bagi para pedagang, tetapi juga memunculkan tantangan pengelolaan limbah.

Gunung kotoran hewan kurban yang dihasilkan berpotensi menjadi masalah kesehatan lingkungan.

Namun, di tengah tantangan tersebut, muncul solusi inovatif dari seorang peternak di kawasan Lontar, Surabaya.

Hariyanto, seorang peternak sekaligus penjual hewan kurban, berhasil mengubah limbah kotoran hewan menjadi pupuk kandang organik yang bermanfaat bagi para petani sekitar.

Setiap tahun, menjelang Iduladha, Hariyanto menghadapi tantangan pengelolaan limbah kotoran hewan kurban yang jumlahnya meningkat drastis.

Alih-alih membuangnya, ia berinisiatif mengolahnya menjadi pupuk organik.

"Jika dibiarkan, kotoran hewan ini bisa menjadi sumber penyakit. Jadi, saya punya inisiatif untuk mengolahnya menjadi pupuk kandang. Selain menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, ini juga solusi yang bermanfaat bagi petani," ujar Hariyanto, Selasa (3/6).

Proses pengolahan kotoran hewan tersebut dilakukan setiap hari.

Hariyanto rutin membersihkan kandang dan mengumpulkan kotoran kambing yang jumlahnya bisa mencapai 100-150 kilogram per hari.

Kotoran tersebut kemudian diolah menjadi pupuk kandang yang siap digunakan.

"Pengolahannya cukup sederhana. Setelah dikumpulkan, kotoran dibiarkan beberapa waktu hingga mengalami fermentasi alami. Proses ini membantu mengurangi bau dan meningkatkan kandungan nutrisi dalam pupuk," terangnya.

Cara inovatif Hariyanto ini telah berlangsung selama 10 tahun.

Ia menyadari bahwa jumlah kotoran hewan meningkat signifikan menjelang Iduladha, sehingga ia semakin intensif dalam membersihkan dan mengolah kotoran tersebut.

"Ini menjadi rutinitas setiap hari, terutama menjelang Idul Adha. Dengan cara ini, kandang tetap bersih, terhindar dari penyakit, dan kotoran hewan yang tadinya limbah, kini menjadi berkah bagi para petani," jelasnya.

Pupuk organik hasil olahan Hariyanto ini kemudian diberikan secara gratis kepada para petani di sekitar lokasi kandangnya.

Para petani tersebut sangat antusias menerima bantuan pupuk organik ini.

Subeki, salah satu petani yang rutin mengambil pupuk dari Hariyanto, mengaku sangat terbantu. Ia biasanya menggunakan dua kali seminggu untuk tanaman cabai dan terong.

"Pupuk ini sangat subur, dan yang terpenting, saya mendapatkannya secara gratis. Hasil panen saya pun meningkat berkat pupuk ini," tutur Subeki.

Subeki bukanlah satu-satunya petani yang merasakan manfaat pupuk organik dari kotoran hewan kurban tersebut.

Banyak petani lain di sekitar lokasi juga mengambil pupuk ini untuk berbagai jenis tanaman, mulai dari tanaman cabai dan terong hingga tanaman hias.

Mereka datang secara rutin untuk mengambil pupuk yang sudah siap pakai. (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#kotoran #kurban #bisnis #lontar #sukses #gratis #kambing #surabaya #iduladha #pupuk kandang #Hariyanto #limbah #hewan