RADAR SURABAYA BISNIS - Jawa Timur adalah penyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi sebesar 25,11 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat ekonomi provinsi paling timur di Pulau Jawa ini di triwulan I/2025 terhadap triwulan I/2024 meningkat sebesar 5,00 persen year on year (yoy).
“Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas yang tumbuh sebesar 10,40 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) yangtumbuh sebesar 6,53 persen,” ujar Kepala BPS Jatim Zulkipli, Selasa (3/6).
Zulkipli menambahkan perekonomian Jawa Timur tumbuh triwulan I/2025 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 819,30 triliun.
Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 494,19 triliun.
“Ekonomi Jawa Timur triwulan I/2025 terhadap triwulan IV/2024 mengalami pertumbuhan sebesar 1,14 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang tumbuh sebesar 14,17 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa yang tumbuh sebesar 2,18 persen,” jelasnya.
Menurutnya, secara struktur, lapangan usaha Industri Pengolahan mendominasi struktur ekonomi Jawa Timur pada triwulan I/2024 dengan kontribusi sebesar 31,42 persen.
Sedangkan dari sisi pengeluaran didominasi oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) dengan kontribusi sebesar 60,94 persen.
Secara spasial, struktur perekonomian Pulau Jawa pada triwulan I/2025 didominasi oleh Provinsi DKI Jakarta dengan kontribusi terhadap PDRB Pulau Jawa sebesar 29,35 persen.
Diikuti Provinsi Jawa Timur sebesar 25,11 persen, Provinsi Jawa Barat sebesar 22,50 persen, Provinsi Jawa Tengah sebesar 14,49 persen, Provinsi Banten sebesar 6,99 persen, dan Provinsi DI Yogyakarta sebesar 1,56 persen.
“Pada triwulan I/2025, pertumbuhan ekonomi (yoy) tertinggi dicapai oleh Provinsi Banten sebesar 5,19 persen. Diikuti Provinsi DI Yogyakarta sebesar 5,11 persen; Provinsi Jawa Timur sebesar 5,00 persen, Provinsi Jawa Barat sebesar 4,98 persen, Provinsi Jawa Tengah sebesar 4,96 persen, dan Provinsi DKI Jakarta sebesar 4,95 persen,” pungkasnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa