RADAR SURABAYA BISNIS - Ada saja cara pedagang hewan kurban di Surabaya untuk menarik minat pembeli di tengah persaingan penjualan yang semakin ketat.
Seperti di Gunung Anyar, lapak pedagang hewan kurban memilih memberikan hadiah logam mulia bagi semua pembeli hewan kurban baik sapi maupun kambing.
Baca Juga: Gresik Catat Inflasi Terendah se-Jatim
Hal ini dilakukan sebagai bentuk tabungan investasi logam mulia.
Huma Abdul Rauf, seorang pedagang hewan kurban di Gunung Anyar, Surabaya, memiliki strategi unik untuk menarik minat pembeli memberikan hadiah emas logam mulia kepada setiap pembeli.
Inovasi ini tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga menawarkan nilai tambah berupa investasi jangka panjang bagi para pembeli.
"Di sini, semua pembeli, baik yang membeli sapi maupun kambing, pasti mendapatkan logam mulia. Ini sebagai bentuk sertifikat kurban sekaligus tabungan investasi emas," ujarnya, Senin (2/6/2025).
Baca Juga: Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 0,16 Miliar di April 2025, Ini Dia Komoditas Penopangnya
Hadiah emas yang diberikan langsung kepada pembeli memiliki berat 0,001 gram per transaksi.
Meskipun terkesan kecil, Huma menjelaskan bahwa akumulasi emas ini dari tahun ke tahun dapat menjadi investasi yang signifikan.
"Ketika dikumpulkan dari tahun ke tahun, bisa menjadi satu gram," imbuhnya.
Ini merupakan strategi baru yang diterapkan Huma, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dimana ia hanya menawarkan promo ongkir gratis dan sistem pembayaran one gate one.
Menariknya, Huma mengungkapkan bahwa daya tarik utama bagi pembeli bukanlah emas itu sendiri, melainkan kesempatan untuk berkurban.
Baca Juga: PLN Siapkan Investasi Rp 2.133 Triliun, Untuk Apa Saja?
"Pembeli tidak tergiur dengan logam mulia, tapi lebih ke bisa membeli hewan kurban untuk beribadah, terutama bagi pembeli dari Surabaya," ungkapnya.
Respons pasar terhadap strategi ini terbilang positif.
Walaupun hanya mendapatkan emas dalam jumlah kecil per transaksi, para pembeli tetap antusias.
"Walaupun punya sekian gram, tapi punya emas," kata Huma menirukan tanggapan positif dari pembeli.
Baca Juga: Luas Rumah Subsidi Bakalan Menciut jadi 18 Meter Persegi, Begini Penjelasan Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah
Pembeli hewan kurban milik Huma berasal dari berbagai daerah, meliputi Surabaya, Sidoarjo, Gresik, hingga Malang.
"Kalau Surabaya banyak yang on the spot atau langsung beli di tempat. Sedangkan dari luar kota belinya online," imbuhnya.
Besaran hadiah emas bervariasi tergantung harga hewan kurban yang dibeli.
Untuk pembelian di atas Rp 3,5 juta, pembeli berhak mendapatkan hadiah emas.
Pembelian sapi, yang berkisar antara Rp 16 juta hingga Rp 30 juta, akan mendapatkan dua logam mulia.
Baca Juga: Digempur Produk Impor, Ini Yang Dibutuhkan Industri Baja Nasional
Sementara pembelian kambing dengan harga Rp 3,5 juta juga mendapatkan logam mulia.
"Makin besar hewan kurban yang dibeli, ada kesempatan dapat logam mulia mulai 0,25 sampai 1 gram. Terutama yang beli sapi atau kambing premium," jelas Huma.
Huma memastikan bahwa pemberian hadiah emas ini tidak merugikan usahanya.
Baca Juga: Pengembang Jawa Timur Kesulitan Wujudkan Rumah Subsidi, Ini Penyebabnya
"Kalau logam mulia dikurskan tidak banyak amat. Jadi sudah kami perhitungkan," tegasnya.
Strategi pemasaran Huma juga memanfaatkan platform media sosial TikTok.
Ia melakukan siaran langsung (live) untuk mempromosikan hewan kurbannya.
Pembeli yang melakukan transaksi melalui live TikTok mendapatkan diskon tambahan dengan menunjukkan capture siaran langsung tersebut.
Hingga saat ini, Huma telah melayani lebih dari 100 pembeli, dan sekitar 50 persen di antaranya telah menerima hadiah emas.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Senin, 2 Juni 2025
Strategi unik ini membuktikan bahwa kreativitas dan inovasi dalam berbisnis dapat menjadi kunci keberhasilan, bahkan di tengah persaingan yang ketat.
"Kalau yang sudah beli dapat emas itu setengahnya kurang lebih 50 persen," pungkasnya. (rmt/opi)