Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Kota Surabaya Ulang Tahun ke-732, Ini Dia Capaian Pembangunan yang Dilaporkan Wali Kota Eri kepada Warganya

Dimas Mahendra • Minggu, 1 Juni 2025 | 03:31 WIB

 

SELAMAT: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memotong tumpeng dalam rangka resepsi HJKS ke-732 di halaman Balai Kota Surabaya, Sabtu (31/5/2025).
SELAMAT: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memotong tumpeng dalam rangka resepsi HJKS ke-732 di halaman Balai Kota Surabaya, Sabtu (31/5/2025).

RADAR SURABAYA BISNIS – Ulang tahun Kota Surabaya diperingati setiap tanggal 31 Mei.

Di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-732 hari ini, Sabtu (31/5/2025), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar upacara resepsi Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-732 di Balai Kota.

Wali Kota Eri Cahyadi menyampaikan capaian pembangunan sekaligus menekankan tantangan besar yang masih harus diselesaikan.

Dalam sambutannya, Eri menegaskan arah pembangunan Surabaya akan tetap fokus pada tujuh prioritas: pengentasan kemiskinan, penurunan pengangguran, stunting, angka kematian ibu dan bayi, peningkatan kualitas SDM, pemerataan ekonomi, dan pertumbuhan ekonomi.

Pendidikan masih menjadi sektor yang digelontor anggaran terbesar, yakni Rp 2,5 triliun atau di atas 20 persen dari APBD.

Pemerintah Kota Surabaya telah menggratiskan sekolah bagi lebih dari 180 ribu siswa SD dan SMP negeri.

Beasiswa juga disalurkan ke 3.964 siswa penghafal kitab suci, 21.000 pelajar SMA/SMK/MA, dan 3.500 mahasiswa.

Program Seragam Gratis menyasar lebih dari 19 ribu siswa, baik negeri maupun swasta.

Tak hanya itu, Surabaya juga memperkuat pendidikan inklusi dan membangun Rumah Anak Prestasi hingga Asrama Bibit Unggul untuk anak-anak dari keluarga miskin.

Di bidang kesehatan, capaian usia harapan hidup mencapai 76 tahun.

Pemerintah Kota Surabaya memperkuat infrastruktur dengan membangun tiga rumah sakit baru dan menempatkan tenaga kesehatan di seluruh balai RW. Universal Health Coverage (UHC) kini mencakup Rp 500 miliar untuk menjamin layanan kesehatan seluruh warga.

Prevalensi stunting di Surabaya turun drastis dari 28,9 persen pada 2021 menjadi hanya 1,6 persen di 2023.

“Ini berkat intervensi terintegrasi mulai dari edukasi gizi, pendampingan ibu hamil, hingga pencegahan pernikahan anak,” kata Eri.

Jumlah penduduk miskin turun menjadi 68.243 jiwa, sementara kemiskinan ekstrem telah nol.

Program padat karya, bantuan usaha, dan subsidi listrik mempercepat penurunan ini.

Eri menyebut ekonomi Surabaya tumbuh 5,76 persen, melampaui rata-rata provinsi dan nasional.

Tingkat pengangguran turun ke 4,91 persen atau sekitar 79 ribu jiwa.

“Pemerintah menyalurkan pelatihan keterampilan, mendampingi UMKM, dan menempatkan lebih dari 27 ribu pencari kerja melalui bursa kerja daring-luring,” jelasnya.

Transaksi e-Peken tembus Rp 182 miliar dan lebih dari 10 ribu wirausahawan baru tumbuh di kota ini.

Tunjungan Romansa, Wisata Kalimas, dan Adventure Land Romokalisari menarik lebih dari 21 juta wisatawan.

Pengembangan Tahura Pakal membuka lapangan kerja baru.

Sementara di infrastruktur, jalan sepanjang 164 km dan drainase sepanjang 216 km telah dibangun sejak 2021.

Sebanyak 7.912 rumah tidak layak huni juga sudah diperbaiki. Ruang Terbuka Hijau kini mencapai lebih dari 7.300 hektar.

Meski capaian signifikan diraih, Eri mengakui tantangan berat masih membentang.

Penanganan banjir masih menyisakan 3.764 pekerjaan dengan kebutuhan anggaran Rp 9,6 triliun.

Infrastruktur jalan dan permukiman memerlukan dana lebih dari Rp 10 triliun, sementara perbaikan rumah warga butuh Rp 286 miliar.

Surabaya juga masih harus menambah 10 SMP dan 4 SD baru hingga 2030, memperluas akses beasiswa sarjana bagi 3.600 anak dari keluarga miskin, serta membiayai insentif untuk RT, RW, guru agama, modin, veteran, dan pengurus rumah ibadah senilai Rp 1,4 triliun per tahun.

Wali Kota Eri menutup pidatonya dengan pesan kuat: membangun kota tidak bisa setengah hati.

Ia berharap, seluruh elemen masyarakat dan pemerintah bersama-sama menjaga ritme pembangunan.

“Surabaya harus tumbuh semakin kuat, inklusif, dan siap jadi pintu gerbang IKN. Yang kita bangun hari ini bukan hanya kota, tapi masa depan generasi kita,” pungkasnya. (dim/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#pendidikan #balai kota #sekolah gratis #kota surabaya #HUT Kota Surabaya #pembangunan #inklusi #eri cahyadi #Resepsi #wali kota surabaya #seragam gratis #capaian #Asrama Bibit Unggul #pertumbuhan ekonomi