RADAR SURABAYA BISNIS - Jawa Timur menjadi provinsi penghasil tembakau terbesar di Indonesia.
Kontribusi tembakau Jatim sebesar 57,01 persen dari total produksi secara nasional sebesar 325,25 ribu ton.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jatim Dydik Rudy Prasetya mengatakan, pada tahun 2024, Jawa Timur memiliki luas areal tembakau sebesar 147.229 hektare dengan total produksi tembakau sebanyak 185.443 ton.
Kabupaten penghasil tembakau tertinggi di Jawa Timur di 2024 adalah Pamekasan, Jember, Bojonegoro, Probolinggo, dan Jombang.
“Pamekasan menghasilkan 28.296 ton. Kemudian Jember 23.891 ton, Bojonegoro 16.782 ton, Probolinggo 14.737 ton, dan Jombang 13.068 ton serta total di 28 kabupaten di Jawa Timur," kata Rudy, Senin (26/5/2025).
Rudy mengungkapkan ada lima jenis tembakau yang dikembangkan di Jawa Timur.
Pertama adalah tembakau jawa yang dikategorikan sebagai tembakau hitam.
“Merupakan tembakau varietas lokal Indonesia yang dikembangkan dan dikhususkan sebagai bahan baku utama pembuatan SKT (sigaret kretek tangan), dengan karakter impact yang tinggi, karena kadar nikotin yang tinggi," jelasnya.
Kedua adalah tembakau kasturi atau tembakau virginia yang dikategorikan sebagai tembakau kuningan.
Jenis ini mempunyai rasa yang ringan dengan kadar nikotin rendah dan gula reduksi yang sedang.
“Jenis ini digunakan sebagai bahan baku rokok SKM (sigaret kretek mesin) dan SKT yang berperan sebagai filler atau pengisi rokok,” urainya.
Jenis ketiga adalah tembakau madura yang dikategorikan sebagai tembakau aromatik yang digunakan sebagai pemberi aroma, baik pada SKT maupun SKM.
Rudy mengatakan tembakau madura memiliki karakter harum dengan kadar nikotin yang rendah dengan kandungan gula reduksi yang tinggi.
"Sehingga selain harum, tembakau ini cenderung memberikan rasa manis alami yang khas," tuturnya.
Lebih lanjut Rudy mengatakan jenis keempat adalah tembakau besuki na oogst.
Jenis ini merupakan tembakau yang memiliki harga mahal, karena digunakan sebagai bahan baku rokok cerutu.
"Pola budidaya yang cukup rumit dan terstandar global, disesuaikan dengan permintaan karena tembakau ini merupakan komoditas ekspor unggulan Jawa Timur," katanya.
Jenis kelima adalah tembakau white burley. Menurutnya ini merupakan tembakau introduksi yang dikenalkan oleh Philip Morris yang dibudidayakan di Indonesia sebagai bahan baku utama rokok sigaret putih mesin (SPM).
"Karakternya memiliki kadar nikotin yang rendah, dengan kadar gula reduksi yang rendah. Kabupaten penghasil tembakau ini adalah hanya di Kabupaten Lumajang," jelasnya.
Rudy juga mengimbau kepada para petani tembakau untuk memperhatikan peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Berdasarkan analisis BMKG mengenai peningkatan cuaca ekstrem di Jawa Timur, ada potensi berdampak terhadap musim tanam tembakau.
"Musim tanam tembakau di Jawa Timur umumnya dimulai setelah musim hujan mereda. Yakni sekitar akhir Mei hingga awal Juni. Syarat ideal tanam adalah tanah yang cukup kering, sinar matahari cukup, dan curah hujan minimal—karena tanaman tembakau sangat sensitif terhadap kelembaban berlebih dan tergenangnya air. Selain itu tanaman bisa mudah terkena penyakit," jelasnya.
Rudy mengatakan, pihaknya melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produksi tembakau di Jatim.
Antara lain melalui pelaksanaan program peningkatan kualitas bahan baku berupa kegiatan intensifikasi tembakau melalui pemberian bantuan pupuk dan alat mesin pertanian.
Lalu, penyuluhan dan pemberdayaan petani dalam rangka penerapan teknologi pertanian dari hulu sampai hilir berupa kegiatan pelatihan teknis pembibitan tembakau, pelatihan teknis pengembangan benih tembakau sesuai standar.
Juga ada pelatihan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) pada tanaman tembakau, pelatihan penerapan teknologi pertanian untuk petani tembakau.
“Pelatihan penanganan panen dan pasca panen tembakau dilaksanakan dalam rangka penanganan dampak perubahan iklim berupa pelatihan teknis adaptasi dan mitigasi perubahan iklim terhadap produksi tembakau,” pungkasnya. (mus/opi)
Tembakau Jawa Timur
*Kontribusi terhadap nasional di 2024 sebesar 185,49 ton
*Kontribusi terhadap nasional sebanyak 57,01 persen
*Produksi nasionl di 2024 sebesar 325,25 ribu ton
*Luas areal tembakau di 2024 sebesar 147.229 hektare
*Total produksi tembakau di 2024 sebanyak 185,44 ribu ton
*Daerah pengasil tembakau tertinggi:
1. Pamekasan menghasilkan 28.296 ton
2. Jember 23.891 ton
3. Bojonegoro 16.782 ton
4. Probolinggo 14.737 ton
5. Jombang 13.068 ton
*Jenis tembakau yang dikembangkan:
1. Tembakau jawa yang dikategorikan sebagai tembakau hitam
2. Tembakau kasturi atau tembakau virginia
3. Tembakau madura
4. Tembakau besuki na oogst
5. Tembakau white burley
*Upaya untuk meningkatkan produksi tembakau:
1. Pelaksanaan program peningkatan kualitas bahan baku
2. Penyuluhan dan pemberdayaan
3. Pelatihan teknis pengembangan benih tembakau sesuai standar
4. Pelatihan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)
5. Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT)
Sumber: Diolah
Editor : Nofilawati Anisa