Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Jelang Iduladha, Gubernur Khofifah Blak-blakan soal Stok dan Kesehatan Hewan Kurban di Jatim

Mus Purmadani • Senin, 26 Mei 2025 | 15:50 WIB
ILUSTRASI: Agar ibadah kurban sah dan bernilai ibadah maksimal, pemilihan sapi tidak bisa dilakukan sembarangan.
ILUSTRASI: Agar ibadah kurban sah dan bernilai ibadah maksimal, pemilihan sapi tidak bisa dilakukan sembarangan.

RADAR SURABAYA BISNIS – Hari Raya Iduladha tinggal 10 hari lagi. Hewan kurban, seperti sapi, kambing hingga domba pun kian diburu.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan hewan kurban di Jawa Timur jumlahnya surplus.

Orang nomor satu di Pemerintahan Provinsi Jatim itu juga memastikan hewan kurban di Jatim dalam kondisi aman, sehat, dan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sesuai dengan syariat Islam.

Tidak hanya itu, Gubernur Khofifah juga menyatakan bahwa Jatim siap menyuplai kebutuhan hewan ternak bagi provinsi yang membutuhkan.

Hal ini disampaikan Gubernur Khofifah usai meninjau Peternakan Sapi Sawojajar Farm milik Syaiful Hidayat, yang berlokasi di Jl Raya Ngawi Caruban, Prandon, Karang Tengah, Kabupaten Ngawi, Sabtu (24/5/2025).

“Ketersediaan hewan kurban di Jatim dalam kondisi sangat cukup. Bahkan proyeksi kebutuhan hewan kurban di Jatim tahun 2025 surplus signifikan dibandingkan dengan ketersediaannya,” kata Gubernur Khofifah.

"Sampai saat ini, proyeksi kebutuhan sapi kurban di Jatim sebanyak 98.388 ekor. Sedangkan ketersediaan kita ada 526.987 ekor. Sehingga surplus 428.599 ekor," lanjutnya.

Untuk, hewan kambing proyeksi kebutuhan ada sebanyak 346.924 ekor dengan ketersediaan sebanyak 872.195 ekor sehingga surplus 525.271 ekor.

Begitu pula untuk domba proyeksi kebutuhannya adalah 66.352 ekor dengan ketersediaan sebanyak 292.251 ekor sehingga surplus 225.899 ekor.

Sedangkan untuk kerbau, proyeksi kebutuhan 13 ekor dengan ketersediaan sebanyak 1.730 ekor sehingga surplus 1.717 ekor.

"Bagi masyarakat di luar Jatim bisa mengakses hewan kurban karena ketersediaan hewan kurban di Jatim cukup besar untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat," katanya.

Di kandang milik Syaiful Hidayat tersebut terdapat sekitar 158 ekor sapi potong, terdiri dari sapi lokal dan sapi hasil persilangan.

Di Sawojajar Farm tersebut, Gubernur Khofifah meninjau langsung kondisi kesehatan sapi-sapi tersebut serta berdialog dengan pemilik peternakan dan petugas kesehatan hewan.

"Jelang Idul Kurban, kami telah mengerahkan tim pemeriksa kesehatan hewan dari dinas terkait untuk memantau, memeriksa, dan memastikan semua hewan kurban bebas dari penyakit, terutama PMK. Kami memastikan bahwa hewan ternak kami sehat dan dagingnya layak untuk dikonsumsi," ujarnya.

Untuk menjamin keamanan dan kesehatan hewan kurban yang ada di Jatim, Disnak Jatim menyediakan petugas pemeriksa hewan kurban yang terdiri dari Dokter Hewan Medik Veteriner 950 orang, Paramedik Veteriner 1.500 orang, pengawas bibit ternak 94 orang, pengawas mutu pakan 58 orang.

Tahun ini, Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa Pemprov Jatim menyiapkan 2.598 orang petugas pemeriksa kesehatan hewan ternak kurban baik pemeriksaan sebelum pemotongan/ante mortem dan pemeriksaan sesudah pemotongan/post mortem.

Di sisi lain, Gubernur Khofifah mengapresiasi langkah dari Pemkab Ngawi yang membangun hilirisasi dengan memanfaatkan peternakan seperti sawojajar farm dan berdampak terhadap kualitas peternakan serta pelaku UMKM di Ngawi.

Gubernur Khofifah menegaskan, bahwa menyambut Idul kurban, Disnak Jatim menyiapkan Juru Sembelih Halal (Juleha) sebanyak 3.254 orang.

Nantinya, para Juleha tersebut akan diperbantukan melalui pemotongan ternak kurban di RPH dan di tempat tempat kurban di 38 kabupaten/kota se-Jatim.

Secara berkala lanjut Gubernur Khofifah pemeriksaan dan pengawasan kesehatan hewan dilakukan secara ketat di berbagai titik penjualan, rumah potong hewan, dan peternakan.

Sementara itu, terkait kekhawatiran masyarakat adanya Penyakit Mulut Kuku (PMK) dan Penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) pada hewan ternak kurban, Gubernur menegaskan bahwa penyakit PMK dan LSD terus menurun secara signifikan dan terkendali hingga Mei 2025.

Proses pengendalian terus dilakukan melalui bantuan vaksin, obat obatan, vitamin dan desinfektan dari anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Pertanian melalui Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan

Khofifah menyebut bahwa penerapan SOP lalu lintas ternak antar wilayah mampu menurunkan dan mengendalikan kasus PMK dan LSD pada hewan kurban.

"Allhamdulillah PMK dan LSD pada hewan kurban baik kambing, domba dan sapi bisa dilaksanakan dengan menerapkan SOP lalu lintas ternak antar wilayah," sebutnya. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#LDS #hewan kurban #jatim #pmk #stok #domba #kambing #gubernur khofifah #bebas penyakit #sapi