Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

25 Raksasa Migas Dunia Incar Investasi di Indonesia, Ada Nama Shell hingga Chevron

Nofilawati Anisa • Rabu, 21 Mei 2025 | 01:06 WIB

 

BEKERJA: Produksi minyak bumi Indonesia stabil di kisaran 550.000–600.000 barel per hari.
BEKERJA: Produksi minyak bumi Indonesia stabil di kisaran 550.000–600.000 barel per hari.

RADAR SURABAYA BISNIS - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan, sebanyak 25 perusahaan raksasa migas dunia menaruh minat untuk menanamkan investasi di Indonesia.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan, beberapa perusahaan migas besar dunia yang mau kembali ke Indonesia, antara lain Chevron, Shell, dan TotalEnergies.

“Ada 25, ada Total, Chevron juga sudah komitmen untuk datang, dia lihat yang besar-besar. Shell juga, Alhamdulillah," kata Djoko Siswanto saat ditemui di sela kegiatan The 49th IPA Convex 2025 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (20/5/2025).

Djoko mengungkapkan, perusahaan-perusahaan tersebut akan fokus berinvestasi di Indonesia untuk melakukan eksplorasi di hulu migas.

"Ada yang sudah join study, ada yang mau tinggal jalan, dia tinggal cari," sambungnya.

Menurut dia, industri hulu migas di Indonesia masih sangat menarik bagi para raksasa migas global.

Lantaran, masih banyaknya potensi migas yang ada di Tanah Air.

Di sisi lain, pemerintah juga diklaim telah memiliki data dan teknologi yang mumpuni untuk disajikan kepada calon investor.

"Mereka (investor) punya alat untuk melihat itu. Sehingga mereka tertarik (investasi lagi di Indonesia)," sebut dia.

Dikatakan Djoko, pemerintah turut mendukung iklim investasi dengan menyediakan data, teknologi, konektivitas yang bagus, serta mulai ada regulasi untuk open data.

Dari sisi kebijakan fiskal, saat ini disebutnya juga sangat fleksibel.

Untuk mendukung pengembangan industri hulu migas, serta pemerintah juga mendukung dari sisi kemudahan perizinan.

"Kita juga jelas targetnya untuk menaikkan produksi (migas) serta welcome untuk semua teknologi untuk menaikkan produksi. Nah itu yang membuat mereka tertarik," pungkas Djoko.

Sebelumnya, industri hulu minyak dan gas (migas) merupakan pilar utama dalam menjaga ketahanan energi nasional. Selain itu, sektor ini juga menjadi motor penggerak penting dalam pembangunan ekonomi dan berperan aktif dalam mendukung transisi energi yang tengah berlangsung di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Terkait itu, Indonesian Petroleum Association (IPA) menegaskan pentingnya peran industri minyak dan gas bumi dalam menyediakan energi yang terjangkau dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Mereka juga mengakui bahwa secara alami, produksi migas terus mengalami penurunan akibat kondisi lapangan migas yang sudah memasuki tahap matang.

Saat ini, produksi minyak bumi Indonesia stabil di kisaran 550.000–600.000 barel per hari.

Untuk membalikkan tren ini, para pelaku industri didorong untuk meningkatkan eksplorasi melalui survei seismik, pengeboran sumur baru, serta pemanfaatan teknologi dan inovasi terkini. (uta/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#eksplorasi #skk migas #Djoko Siswanto #shell #chevron #hulu migas #Perusahaan Migas #investasi