RADAR SURABAYA BISNIS - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Timur Dyah Wahyu Ermawati mengatakan selama triwulan I/2025 penerbitan izin berusaha mencapai 11.597 perizinan.
Menurutnya sektor peternakan paling banyak untuk penerbitan izin berusaha yakni 9.728 atau 83,9 persen.
Kemudian sektor pendidikan 533 perizinan atau 4,6 persen, sektor ESDM 498 perizinan atau 4,3 persen, ketenagakerjaan 181 perizinan atau 1,6 persen dan Pekerjaan Umum Sumber Daya Air 111 perizinan atau 1,0 persen.
"Perizinan mulai Januari - April terus mengalami peningkatan. Januari 3.250 perizinan, Februari 3.527 perizinan dan April 4.820 perizinan," ujar Erma, Minggu (18/5).
Erma menambahkan untuk penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) usaha kecil, jasa lainnya menjadi salah satu sektor tertinggi dengan proyek terbanyak.
Urutan pertama adalah jasa penyelenggara event khusus dengan 308 proyek.
"Sesuai dengan lokasi usaha, Kota Surabaya menjadi daerah dengan modal usaha tertinggi dengan sebaran jasa penyelenggara event khusus sebanyak 60 proyek," katanya.
Untuk penerbitan NIB usaha mikro, perdagangan dan reparasi menjadi salah satu sektor dengan modal usaha tertinggi dengan proyek terbanyak.
Urutan pertama yakni perdagangan eceran gas elpiji sebanyak 10.700 proyek.
"Kota Surabaya menjadi daerah dengan modal usaha tertinggi dengan sebaran proyek terbanyak. Yakni perdagangan eceran yang utamanya makanan, minuman dan tembakau yang bukan di minimarket, supermarket dan hypermarket sebanyak 1.182 proyek," jelasnya.
Sedangkan NIB usaha mikro dan kecil, perdagangan dan reparasi menjadi salah sektor dengan modal usaha tertinggi dan terbanyak dengan proyek terbanyak yang berkontribusi 34,8 persen dari total modal usaha.
"Surabaya jadi daerah modal usaha tertinggi," pungkasnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa