RADAR SURABAYA BISNIS - Realisasi Investasi kuartal I/2025 Jawa Timur secara q-to-q tumbuh sebesar 0,4 persen.
Sedangkan secara y-on-y realisasi investasi turun di poin yg sama sebesar 0,4 persen dibandingkan kuartal I/2024.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu Jawa Timur Dyah Wahyu Ermawati kepada Radar Surabaya Bisnis, Jumat (16/5).
Capaian realisasi investasi Jawa Timur untuk Penanaman Modal Asing (PMA) sebanyak 3.362 proyek dengan nilai investasi Rp 13.929.938.876.107.
Kemudian Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebanyak 20.883 proyek dengan nilai investasi Rp 22.114.837.713.982.
“Sehingga total proyek di Jatim sebanyak 24.245 dengan nilai investasi total Rp 36.044.776.590.089,” katanya.
Erma mengatakan pada periode kuartal I/2025, realisasi investasi PMDN Jawa Timur berperan sebesar 9,4 persen atas total realisasi nasional yang menempatkan Jawa Timur di posisi ke-3 setelah Jakarta dan Jawa Barat.
Sedangkan realisasi PMA berkontribusi 6,0 persen terhadap total nasional.
“Lokasi penyumbang terbesar realisasi investasi secara total PMA dan PMDN meliputi Kota Surabaya (21,4 persen) dengan nilai Rp 7,7 triliun, Kabupaten Gresik (17,4 persen) Rp 6,3 triliun, Kabupaten Sidoarjo (17,3 persen) Rp 6,2 triliun, Kabupaten Pasuruan (11,3 persen) Rp 4,1 triliun dan Kabupaten Ngawi (4,9 persen) Rp 1,8 triliun,” katanya.
Sedangkan untuk kontributor tertingginya adalah sektor Industri Makanan (14,1 persen) Rp 5,1 triliun.
Kemudian Perumahan, Kawasan,Industri dan Perkantoran (13,4 persen) Rp 4,8 triliun, Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi (11,5 persen) Rp 4,2 triliun.
Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya (9,8 persen) Rp 3,5 triliun, serta Perdagangan dan Reparasi (8,9 persen) Rp 3,2 triliun.
Lokasi penyumbang terbesar realisasi investasi secara PMA meliputi Kabupaten Gresik (27,6 persen), Kabupaten Sidoarjo (13,7 persen), Kabupaten Pasuruan (13,6 persen), Kabupaten Ngawi (12,2 persen) dan Kabupaten Jember (11,0 persen).
Sedangkan untuk lokasi penyumbang terbesar realisasi investasi secara PMDN meliputi Kota Surabaya (28,8 persen), Kabupaten Sidoarjo (19,6 persen), Kabupaten Gresik (11,0 persen), Kabupaten Pasuruan (9,9 persen) dan Kota Malang (4,4 persen).
“Realisasi investasi sektor hilirisasI kuartal I/2025 mencapai Rp 8,3 triliun atau setara 22,9 persen dari total realisasi investasi Jawa Timur. PMDN mendominasi sebesar 70,6 persen atau setara Rp 5,8 triliun, sedangkan PMA berkontribusi 29,4 persen dari total realiaasi sektor hilirisasi Rp 2,4 triliun,” pungkasnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa