Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Kontribusi Indonesia terhadap Pasokan Timah Dunia Tinggal 12 Persen, Ini Penyebabnya

Nofilawati Anisa • Rabu, 14 Mei 2025 | 22:31 WIB
KUALITAS: Produksi timah di 2024 turun sehingga kontribusi pasokan terhadap kebutuhan global turun sehingga tinggal 12 persen.
KUALITAS: Produksi timah di 2024 turun sehingga kontribusi pasokan terhadap kebutuhan global turun sehingga tinggal 12 persen.

RADAR SURABAYA BISNIS - Produksi timah Indonesia pada tahun 2024 mengalami penurunan.

Hal ini berimbas pada kontribusi Indonesia terhadap pasokan timah global ikut terkikis menjadi hanya sekitar 12 persen.

Berdasarkan data ekspor yang disampaikan Direktur Utama (Dirut) Mind ID Maroef Sjamsoeddin, di 2023, Indonesia mampu mencatatkan produksi timah sebesar 65.000 ton.

Jumlah itu berkontribusi sebesar 17,5 persen terhadap total pasokan timah dunia.

Namun, Maroef mengatakan, terjadi penurunan drastis pada 2024. Dimana produksi timah Indonesia menyusut menjadi hanya 45.000 ton.

Akibatnya, kontribusi Indonesia terhadap pasokan timah global ikut merosot menjadi hanya sekitar 12 persen.

“Menurunnya pasokan timah dari Indonesia juga mengakibatkan kenaikan harga timah dunia dari harga rata-rata USD 26.583 per ton pada 2023 dan menjadi rata-rata USD 31.164 per ton pada 2024,” kata Maroef dalam rapat dengar pendapat dengan Komsi VI DPR RI, Rabu (14/5).

“Hal tersebut membuktikan pengaruh pasokan timah Indonesia terhadap pasar global,” sambungnya.

Maroef menyebut Indonesia saat ini menjadi salah satu dari tiga negara produsen timah terbesar dunia bersama China dan Peru.

Saat ini komoditas timah belum dapat digantikan oleh komoditas lainnya sehingga permintaannya akan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Oleh karena itu, Maroef mendorong perlu adanya peningkatan kerja sama strategis antara Indonesia dengan China dan Peru untuk menjaga stabilitas pasar timah global.

Dengan demikian, Indonesia dapat kembali meningkatkan produksinya dan mempertahankan perannya sebagai pemain penting dalam rantai pasok timah dunia.

Wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk mencakup 288.638 hektare wilayah darat dan 184.672 hektare wilayah laut, atau total sekitar 600 ribu hektare.

Namun, Maroef mengatakan, kontribusi produksi justru didominasi oleh perusahaan swasta.

Saat ini, produksi dari perusahaan swasta mencapai 75 persen dari total produksi timah nasional, sementara PT Timah hanya menyumbang 25 persen.

Ia berharap pemerintah Indonesia dapat segera merumuskan regulasi yang efektif dan memperbaiki tata kelola pertambangan timah agar produksi nasional dapat kembali meningkat.

Sehingga dapat memberikan kontribusi yang optimal bagi perekonomian negara serta stabilitas harga timah dunia. (ara/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#produksi #kontribusi #pasokan #Maroef Sjamsoeddin #timah #MIND ID #global