RADAR SURABAYA BISNIS - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur memproyeksikan produksi jagung di Jawa Timur mulai Januari hingga Juni 2025 surplus dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim Heru Suseno kepada Radar Surabaya Bisnis, Selasa (13/5/2025).
Heru mengatakan luas panen jagung di Provinsi Jatim pada Januari - Juni 2024 seluas 317.205 hektare.
Luas ini meningkat pada Januari - Juni 2025 sebesar 19,78 persen atau 62.756 hektare yakni 379.961 hektare.
Untuk produksi jagung kering tongkol Januari - Juni 2024 sebanyak 3.070.949 ton, meningkat pada Januari - Juni 2025 sebanyak 3.742.347 ton.
Sementara untuk produksi jagung pipil kering kadar air 28 persen Januari -Juni 2024 sebanyak 2.323.803 hektare, meningkat sebanyak 2.831.854 hektare.
Sedangkan jagung pipil kering kadar air 14 persen Januari - Juni 2024 sebanyak 1.717.876 ton, meningkat menjadi 2.093.453 ton Januari - Juni 2025.
Badan Pusat Statistk (BPS) Jawa Timur merupakan provinsi dengan produksi jagung tertinggi di Indonesia selama tahun 2022-2024.
Luas panen tanaman jagung di Jawa Timur pada tahun 2024 sebesar 739.257 hektare yang memberikan share sebesar 29,00 persen dari total luas panen nasional.
Akan tetapi, luas panen jagung di Jawa Timur tahun 2024 mengalami penurunan sebesar 2,62 persen dibanding tahun 2023 meskipun secara nasional terjadi peningkatan luas panen jagung sebesar 2,93 persen.
Produksi jagung pipilan kering di Jawa Timur pada tahun 2024 adalah sebanyak 6,21 juta ton untuk kadar air 28 persen.
“Dan 4,60 juta ton untuk kadar air 14 persen yang memberikan share terhadap produksi jagung nasional sebesar 30,36 persen. Sejalan dengan luas panen, produksi jagung pipilan kering di Jawa Timur tahun 2024 juga mengalami penurunan dibanding tahun 2023 sebesar 4,17 persen," ujar Kepala BPS Jatim, Zulkipli. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa