Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Kepala Badan Gizi Nasional Ungkap Tiga Kunci Sukses Program Makan Bergizi Gratis

Nofilawati Anisa • Minggu, 4 Mei 2025 | 21:38 WIB
MINUM SUSU: Tiga siswa SD di Surabaya tertawa bahagia setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) beberapa waktu lalu.
MINUM SUSU: Tiga siswa SD di Surabaya tertawa bahagia setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) beberapa waktu lalu.

RADAR SURABAYA BISNIS – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmen memperluas cakupan program makan bergizi gratis (MBG) sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional.

Hingga saat ini MBG sudah mencapai lebih dari 3 juta penerima manfaat.

Angka itu diharapkan akan bertambah menjadi 4 juta sasaran di bulan Juni 2025.

Selanjutnya, di bulan November 2025 akan mencapai 82,9 juta penerima manfaat anak-anak dan ibu-ibu hamil.

Presiden Prabowo menjelaskan bahwa program MBG tidak hanya meningkatkan gizi anak-anak dan ibu hamil, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian daerah.

Hal tersebut dikarenakan adanya peredaran uang di desa yang meningkat hingga 4-5 kali lipat.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan tiga kunci sukses pelaksanaan Program MBG.

Yakni anggaran, sumber daya manusia (SDM), dan infrastruktur.

Menurut Dadan, dari ketiga kunci sukses tersebut masalah anggaran telah terselesaikan.

“Anggaran tadi sudah disampaikan oleh Pak Presiden bahwa itu sudah diselesaikan secara politis,” ujar Dadan, Sabtu (3/5/2025).

Sementara untuk SDM, Dadan mengatakan bahwa sektor ini menjadi tantangan yang nyata, terutama terkait keberadaan dan kesiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Saat ini menurutnya terdapat ribuan tenaga yang telah dididik untuk siap bekerja di SPPG.

“Kepala SPPG itu adalah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia. Dan sampai sekarang kita sudah, baru selesai mendidik 2.000 ya dan ada yang mengundurkan diri 6 sehingga SDM-nya baru ada 1.994. Nah untuk mengembangkan pelayanan lebih cepat kita sangat tergantung dari SDM-nya,” jelasnya.

Untuk memenuhi kekurangan tersebut, Dadan mengatatakan bahwa BGN telah bekerja sama dengan Universitas Pertahanan (Unhan) guna mendidik 30.000 calon Kepala SPPG dalam gelombang ketiga.

“Insyaallah akan selesai di akhir Juli. Nah makanya percepatan akan terjadi dimulai Agustus,” tambahnya.

Sementara itu, dalam aspek infrastruktur, Dadan mengatakan bahwa jumlah fasilitas SPPG masih perlu ditingkatkan untuk memenuhi target yang ditetapkan.

Oleh karena itu, Dadan meyakini sinergi dan kemitraan dengan berbagai pihak menjadi aspek yang sangat diperlukan.

“Artinya kita harus bermitra seluas-luasnya dengan berbagai pihak,” ujarnya.

Meski demikian, Dadan BGN juga menyampaikan tantangan lain dalam hal pengawasan kualitas dan kelengkapan infrastruktur yang disediakan mitra.

Untuk itu, pihaknya kini sedang menyusun dan mempertajam standar operasional prosedur (SOP) pemilihan, serta supervisi mitra.

“Oleh sebab itu, kami berkumpul sekarang ini untuk mempertajam SOP-SOP terkait dengan penyeleksian-penyeleksian mitra. Dan juga supervisi-supervisi infrastruktur yang harus ada dan akan disiapkan oleh para mitra,” tandasnya.

Dengan penguatan tiga aspek utama ini, pemerintah berharap program pemenuhan gizi nasional dapat berlangsung lebih masif dan terstruktur.

Program ini juga diharapkan tepat sasaran demi mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas. (nis/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#Mbg #Cakupan #program #daerah #Prabowo Subianto #presiden #perekonomian #Dadan Hindayana #Makan Bergizi Gratis #badan gizi nasional