RADAR SURABAYA BISNIS - Pada April 2025 Kota Surabaya mengalami inflasi year on year (y-on-y) sebesar 1,21 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,32.
Inflasi di Kota Surabaya tersebut masih di bawah Jatim (1,35 persen) serta nasional (1,95 persen).
BPS Kota Surabaya dalam rilisnya menyebutkan, inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya delapan indeks kelompok pengeluaran.
Juga ada tiga indeks kelompok pengeluaran mengalami deflasi y-on-y.
“Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi y-on-y
yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,60 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,66 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,13 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,85; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,29 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,30 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,63 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 10,12 persen,” rinci BPS Kota Surabaya.
Tiga kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi y-on-y yaitu
kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,10 persen; kelompok transportasi sebesar 1,37 persen; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,50 persen.
Sedangkan Tingkat inflasi month to month (m-to-m) dan year to date (y-to-d) Kota Surabaya bulan April 2025 masing-masing sebesar 1,09 persen dan sebesar 1,13 persen. (opi)
Editor : Nofilawati Anisa