RADAR SURABAYA BISNIS – Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat pada April 2025, terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Jawa Timur sebesar 1,35 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,43.
Inflasi tertinggi terjadi di Banyuwangi sebesar 2,38 persen dengan IHK sebesar 109,47.
Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Bojonegoro sebesar 0,85 persen dengan IHK sebesar 109,71.
Kepala BPS Jatim Zulkipli menjelaskan, inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran.
Yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,36 persen.
Lalu, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,89 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,38 persen.
Berikutnya kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,50 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,96 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,49 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,46 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,07 persen.
“Serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 10,38 persen,” ungkap Zulkipli dalam keterangan resminya, Jumat (2/5/2025).
Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok transportasi sebesar 0,33 persen; serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,69 persen.
Tingkat inflasi month to month (m-to-m) dan year to date (y-to-d) Provinsi Jawa Timur bulan April 2025 masing-masing sebesar 0,93 persen dan 1,23 persen. (opi)
Editor : Nofilawati Anisa