Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Realisasi Investasi Kuartal I/2025 Capai Rp 465,2 Triliun

Nofilawati Anisa • Rabu, 30 April 2025 | 00:27 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan  Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani

RADAR SURABAYA BISNIS - Realisasi investasi Indonesia di kuartal I/2025 mencapai Rp 465,2 triliun.

Capaian itu mengalami pertumbuhan 15,9 persen secara tahunan alias year on year (yoy).

Sementara kalau dihitung secara kuartalan (quarter to quarter/qtq), angka tersebut naik 2,7 persen.

Capaian investasi tersebut juga mampu menghasilkan penyerapan tenaga kerja hingga 594.104 orang atau tumbuh 8,5 persen (yoy).

"Ini adalah salah satu indikator yang sangat baik di tengah meningkatnya tensi geopolitik, tensi geoekonomi,” ujar Rosan Roeslani, menteri investasi dan hilirisasi dalam konferensi pers Capaian Realisasi Investasi yang disiarkan, Selasa (29/4/2025).

“Alhamdulillah kita melihat appetite investor dalam maupun luar negeri untuk berinvestasi di Indonesia terus meningkat," sambungnya.

Rosan menjelaskan, realisasi investasi kuartal I/2025 setara dengan 24,4 persen dari total target investasi tahun ini senilai Rp 1.905,6 triliun.

Adapun investasi asing atau penanaman modal asing (PMA) pada kuartal I/2025 menyentuh level Rp 230,4 triliun atau 49,5 persen dari total investasi.

Kemudian penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp 234,8 triliun atau 50,5 persen dari total investasi.

Lebih lanjut Rosan memaparkan, realisasi investasi luar Jawa pada kuartal I/2025 mencapai Rp 235,9 triliun atau 50,7 persen dari total investasi.

Selanjutnya, realisasi investasi di Jawa pada kuartal I/2025 mencapai Rp 229,3 triliun atau 49,3 persen dari total investasi.

Rosan menyebut pertumbuhan investasi PMDN di kuartal pertama didorong oleh perbaikan infrastruktur, terutama jalan tol.

"(Pertumbuhan investasi domestik) karena faktor peningkatan infrastruktur, terutama dari segi pembuatan jalan tol di Sumatera Utara, terutama di Riau," ungkap Rosan.

Pertumbuhan tersebut juga didukung oleh realisasi investasi di sektor real estate dan properti.

Di pembagian wilayah, Jakarta mencatat Penanaman Modal Dalam Negeri tertinggi senilai Rp 42,2 triliun.

Disusul oleh Jawa Barat sebesar Rp 33,8 triliun dan Jawa Timur Rp 22,1 triliun. 

Di sisi sektor, realisasi PMDN terbesar berada di Transportasi, Gudang, dan Telelomunikasi Rp 48,4 triliun atau tumbuh 20,6 persen, Pertambangan tumbuh 12,6 persen menjadi Rp 29,5 triliun.

Selanjutnya sektor Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran tumbuh 10,8 persen menjadi Rp 25,3 triliun serta Jasa Lainnya mencapai Rp 23,7 triliun atau tumbuh 10,1 persen.

Untuk Perdagangan serta Reparasi tumbuh 8,1 persen menjadi Rp 18,9 triliun. (uta/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#kuartal 1 2025 #geoekonomi #rosan roeslani #Penyerapan #geopolitik #tenaga kerja #pertumbuhan #pmdn #hilirisasi #investasi #pma