RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai membenahi jalur distribusi pangan untuk menahan laju inflasi.
Salah satu langkah terbarunya adalah menggandeng langsung daerah penghasil komoditas untuk menyuplai kebutuhan yang ada di Kota Pahlawan.
Salah satu daerah penghasil yang diajak bekerja sama ini adalah Blitar.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan kalau saat ini Surabaya dan Blitar sudah membangun kerja sama untuk memenuhi kebutuhan telur dan sayur-sayuran di kota ini.
Saat ini menurut dia, Surabaya sedang melakukan pendataan mengenai kebutuhan komoditas.
"Kami data kebutuhan hotel, pasar, dan rumah makan. Kerja sama langsung ini akan menekan harga karena tidak lewat tengkulak," kata Eri dalam siaran tertulisnya, Jumat (18/4/2025).
Dalam konsep kerja sama itu, Eri mengaku bukan hanya kebutuhan soal pangan saja yang tercantum.
Surabaya dan Blitar juga bekerja sama dalam hal pengembangan pariwisata yang ada.
"Iya karena Surabaya ini bukan produsen, kami pembeli. Blitar salah satu penghasil. Karena itu kami bangun kerja sama. Termasuk potensi wisata sejarah Bung Karno yang bisa kami angkat bareng," ujarnya.
Kerja sama itu rencananya bakal dituangkan secara resmi lewat penandatanganan MoU antara Pemkot Surabaya dan Pemkot Blitar.
Targetnya, diteken sebelum gelaran Musyawarah Nasional APEKSI digelar di Surabaya pada Mei 2025 mendatang.
"Ketika APEKSI berlangsung, kami ingin kerja sama ini jadi contoh. Bahwa antar daerah bisa saling menopang, bukan bersaing," tandas Eri. (dim/opi)
Editor : Nofilawati Anisa