Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Smartfren Resmi Delisting setelah Hampir 19 Tahun Melantai di Bursa Efek Indonesia

Nofilawati Anisa • Kamis, 17 April 2025 | 21:42 WIB
ILUSTRASI: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia.
ILUSTRASI: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia.

RADAR SURABAYA BISNIS – Smartfren adalah salah satu operator seluler di Indonesia yang berfokus pada layanan data berbasis teknologi 4G LTE dan 4G LTE Advanced.

Smartfren didirikan pada tahun 2002 dengan nama PT Mobile-8 Telecom.

Pada tahun 2009, kepemilikan perusahaan diakuisisi oleh Sinarmas Group dan namanya diubah menjadi Smartfren.

PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) menggelar initial public offering (IPO) atau penawaran umum perdana pada tanggal 29 November 2006.

Pada saat itu, harga penawaran saham FREN adalah Rp 225 per saham, dengan total dana yang terkumpul kala itu sebesar Rp 877,5 triliun.

Jumlah saham yang terdaftar saat IPO sebanyak 19.585.360.160 lembar, dengan persentase saham yang ditawarkan 19,91 persen.

Setelah hampir 19 tahun berselang sejak IPO, Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menghapus pencatatan efek PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) terhitung mulai hari ini, (17/4/2025).

Keputusan ini diambil seiring efektifnya penggabungan usaha FREN ke dalam PT XL Axiata Tbk (EXCL).

Dengan demikian, efek FREN tidak lagi dapat diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia sejak hari ini.

Langkah ini menjadi penanda tuntasnya proses merger antara FREN dan entitas anaknya, PT Smart Telecom, ke dalam XL Axiata.

"Bursa meminta pihak-pihak yang berkepentingan untuk memperhatikan setiap pengumuman terkait dengan penggabungan usaha Perseroan khususnya jadwal-jadwal terkait dengan tindakan korporasi yang dilakukan," sebagaimana tertulis dalam keterbukaan informasi BEI.

Untuk diketahui, BEI telah menyetujui permohonan pencatatan saham tambahan hasil penggabungan usaha antara FREN, ST, dan XL Axiata.

Persetujuan tersebut meliputi pencatatan saham tambahan yang diperoleh dari proses konversi.

Jumlah saham tambahan yang dicatatkan mencapai 5.071.431.786 lembar saham.

Setelah penggabungan, total saham tercatat atas nama PT XL Axiata Tbk menjadi sebanyak 18.199.862.451 lembar.

Seluruh saham tersebut memiliki nilai nominal sebesar Rp 100 per lembar.

Saham hasil penggabungan dicatatkan dengan kode perdagangan EXCL.

Pencatatan dan awal perdagangan saham baru ini dimulai secara bersamaan pada 17 April 2025.

Sebelumnya, BEI memberhentikan sementara perdagangan efek PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) yang saat ini masuk pada papan pemantauan khusus. (opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#smartfren #pt xl axiata tbk #Delisting #initiap public offering #bursa efek indonesia (bei) #pencatatan efek