Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Panen Raya, Dewan Temukan Harga GKP Petani Terserap di Bawah Rp 6.500 per Kilogram

Mus Purmadani • Rabu, 16 April 2025 | 14:04 WIB
PANEN: Bulog Jatim tetap melaksanakan komitmen penyerapan gabah kering panen (GKP) petani dengan harga Rp 6.500 per kg.
PANEN: Bulog Jatim tetap melaksanakan komitmen penyerapan gabah kering panen (GKP) petani dengan harga Rp 6.500 per kg.

RADAR SURABAYA BISNIS - Harga Gabah Kering Panen (GKP) telah ditetapkan pemerintah dengan harga Rp 6.500 per kilogram (kg) sesuai Peraturan Bapanas No 2/2014.

Namun, saat ini ditemukan harga gabah di beberapa daerah sudah turun di bawah Rp 6.500 per kilogram.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi B dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Erma Susanti.

Menurutnya turunnya harga beli tersebut tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) GKP.

Hal ini berpotensi merugikan petani dan pelaku usaha penggilingan padi.

"Kita temukan, ada masalah terkait dengan harga gabah yang saya pantau di beberapa tempat itu sudah di bawah Rp 6.500 per kilogram," ujarnya, Selasa (15/4/2025).

Erma juga mengingatkan bahwa jika tidak ada intervensi dari pemerintah, penurunan harga gabah ini dapat memicu gejolak di pasar.

Karena panen raya seharusnya bisa berjalan dengan baik jika gabah terserap secara optimal oleh Bulog, sehingga tidak berdampak negatif pada inflasi dan ketersediaan komoditas beras.

"Ini yang perlu diantisipasi, jangan sampai panen raya menjadi pemicu gejolak harga. Kita sudah menghitung terkait lahan dan produktivitasnya, sehingga harus benar-benar terserap agar tidak mengganggu inflasi dan pasokan beras," tegas politisi perempuan dari Dapil Blitar Tulungagung ini.

Seperti diketahui, Jawa Timur saat ini memasuki musim panen padi dengan luas baku sawah mencapai 1.207.997 hektare, menyumbang 17,48 persen terhadap produksi beras nasional.

Sepanjang tahun 2024, produksi padi di provinsi ini mencapai 9,27 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).

ANgkai itu mengalami penurunan sebesar 0,44 juta ton atau 4,53 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan produksi ini sejalan dengan berkurangnya luas panen yang mencapai 1,62 juta hektare, turun sebesar 0,08 juta hektare atau 4,78 persen dibandingkan tahun 2023.

Jika dikonversi menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi beras tahun 2024 mencapai 5,35 juta ton, turun 4,53 persen dari 5,61 juta ton di tahun sebelumnya.

Meskipun terjadi penurunan secara keseluruhan, beberapa kabupaten/kota mengalami peningkatan produksi padi, seperti Kabupaten Tuban yang mencatat produksi sebesar 523.067 ton GKG pada tahun 2024.

Sebaliknya, beberapa wilayah seperti Kabupaten Gresik, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Banyuwangi mengalami penurunan produksi.

Produksi padi tertinggi pada tahun 2024 terjadi pada bulan April dengan 2,14 juta ton GKG, sedangkan produksi terendah tercatat pada bulan Januari, sekitar 0,28 juta ton GKG.

Erma berharap pemerintah, khususnya Bulog, segera mengambil langkah nyata untuk memastikan gabah petani terserap dengan harga yang layak, demi kesejahteraan petani dan stabilitas pasokan pangan di Jawa Timur.

"Kami ingin petani di Jawa Timur mendapatkan hasil yang layak dan berimbas pada stabilitasi pangan," jelasnya.

Sementara itu Pimwil Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho mengatakan penyerapan gabah petani dari Bulog tidak ada batasan kuota.

Hanya menyesuaikan kapasitas pengeringan gabah dari sarana milik Bulog dan milik mitra maklon Bulog. Harga serapan pun tetap Rp 6.500 per kilogram.

"Jadi untuk panen petani kami lakukan penjadwalan bersama TNI dan Dinas Pertanian agar gabah yang dipanen bisa segera kami proses pengeringan karena kalau tidak segera diproses gabah yang sudah dipanen akan rusak," jelasnya. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#komisi b #harga gabah petani #dprd jatim #bulog #Erma Susanti #harga pokok pembelian