Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Stok Cadangan Beras di Gudang Bulog Tembus 2,5 Juta Ton

Nofilawati Anisa • Senin, 14 April 2025 | 22:25 WIB
STOK: Salah satu gudang Bulog dipenuhi beras hasil penyerapan dari petani.
STOK: Salah satu gudang Bulog dipenuhi beras hasil penyerapan dari petani.

RADAR SURABAYA BISNIS – Panen raya padi dilakukan serentak di bulan April 2025 ini.

Presiden Prabowo Subianto memimpin kegiatan Panen Raya Nasional yang dipusatkan di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jati 7, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat, pada Senin, 7 April 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari panen raya serentak yang digelar di 14 provinsi dan 156 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, sebagai komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Momentum panen raya di bulan April ini disebut berhasil membuat proses penyerapan beras petani oleh Perum Bulog mencapai satu juta ton setara beras. Angka itu terkumpul pada pekan kedua bulan ini.

Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Arwakhudin Widiarso meyakini, terserapnya satu juta ton setara beras ini bakal semakin memperkuat stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

"Hingga saat ini stok yang kami kuasai telah mencapai lebih dari 2,5 juta ton. Bahkan di beberapa daerah Gudang Bulog sudah penuh. Kita melakukan kerja sama dengan stakeholders lainnya untuk melakukan penyewaan unit gudang untuk menyimpan komoditi hasil sarapan kami," kata Widiarso, Senin (14/4/2025).

"Dalam momentum musim panen raya ini, kami akan terus mengoptimalkan penyerapan gabah beras sebanyak mungkin sesuai dengan penugasan dari pemerintah," sambungnya.

Ia melaporkan, capaian dalam pekan kedua April 2025 ini digapai dari hasil membentuk Tim Jemput Gabah untuk turun langsung ke sawah, dan melakukan penyerapan langsung gabah kering petani.

Kemudian, Bulog juga melakukan kerja sama melibatkan para penggilingan padi, baik dengan skala besar maupun kecil.

Untuk dapat melakukan penyerapan beras secara langsung maupun kerjasama dalam pengolahan gabah kering petani (GKP).

"Dan yang ketiga tentunya dengan bantuan stakeholders seperti dari Dinas Pertanian setempat, penyuluh pertanian, hingga TNI berikut Babinsa untuk selalu berkoordinasi dalam melakukan monitoring titik panen, yang membuat kegiatan penyerapan gabah/beras menjadi lebih optimal di tiap wilayah masing-masing," bebernya.

Widiarso menjelaskan, dengan semakin banyak gabah kering panen yang terserap, maka semakin banyak petani yang mendapatkan harga yang baik dalam penjualan ke Bulog.

Di sisi lain, Bulog terus melakukan rangkaian sosialisasi dan publikasi dalam upaya menjangkau lebih banyak petani lagi untuk dapat melakukan penyerapan.

"Pemerintah telah menugaskan Perum Bulog untuk dapat membeli gabah kering petani dengan harga Rp 6.500 per kg. Kebijakan ini tentunya disambut baik oleh petani karena pemerintah memberikan harga yang baik untuk pembelian gabah agar petani menjadi lebih sejahtera," tuturnya. (uta/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#Arwakhudin Widiarso #perum bulog #panen raya #gudang bulog #stok cadangan beras