Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Kadin Jatim Sebut Indonesia Harus Cerdas Ambil Sikap Atas Penundaan Tarif Impor AS

Mus Purmadani • Senin, 14 April 2025 | 01:25 WIB

 

PAMERAN: Perhiasan emas menjadi salah satu komoditas ekspor andalan Jatim ke Amerika Sertikat.
PAMERAN: Perhiasan emas menjadi salah satu komoditas ekspor andalan Jatim ke Amerika Sertikat.

RADAR SURABAYA BISNIS - Pemerintahan Amerika Serikat (AS) akhirnya menunda pemberlakuan kenaikan tarif impor dari Indonesia sebesar 32 persen sampai 90 hari ke depan.

Dalam kurun waktu tersebut, Amerika memberlakukan tarif impor sebesar 10 persen.

Atas kebijakan tersebut, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Adik Dwi Putranto mengimbau pemerintah bergerak cepat dan cerdas serta bijaksana dalam memutuskan kebijakan.

Karena hubungan ekonomi internasional, termasuk yang dibangun Indonesia dengan rezim Donald Trump, tidak dibangun di atas prinsip multilateralisme atau keterikatan institusional seperti WTO.

Melainkan pada prinsip transaksi langsung, kekuatan tawar, dan pengaruh bilateral.

“Ada indikasi dari Trump, bahwa sebagian dari negara-negara yang tidak melakukan retaliasi (balasan, Re) tarif terhadap kebijakan tarif Trump, mereka tergolong sebagai negara-negara yang masih menginginkan hubungan dagang jangka panjang dengan USA,” ungkap Adik Dwi Putranto di Surabaya, Minggu (13/4/2025).

Untuk itu, Trump melakukan penundaan pemberlakuan tarif tersebut kepada mereka dengan harapan, apakah negara-negara yang tidak melakukan retaliasi tarif impor Trump cukup cerdik untuk melakukan langkah strategis berikutnya.

Yaitu langkah nyata dengan membuat transaksi dagang riil dengan membeli produk-produk USA dalam tempo 90 hari ke depan.

Jika negara-negara non-retaliasi tersebut berhasil membuktikan diri sebagai good boys lewat transaksi dagang riil dalam waktu 90 hari, maka bukan hanya menghindari tarif, tetapi negara tersebut juga berpotensi mendapatkan insentif dagang tambahan.

Hal ini menurut Adik bisa dibaca dari narasi strategis yang diungkapkan Trump, “Kami Tahu Kalian Tidak Bisa Bayar Lunas, Tapi Kami Ingin Lihat Itikad Baikmu".

“Ini artinya, Donald Trump dan tim ekonominya paham bahwa defisit perdagangan AS yang menahun tidak bisa diatasi dalam 90 hari. Namun, periode ini digunakan sebagai alat ukur kesungguhan,” ujarnya.

Dengan kata lain, Trump mencari sinyal kesetiaan ekonomi, bukan saldo dagang sempurna.

Maka negara yang melakukan transaksi riil dalam waktu 90 hari bisa dianggap beritikad baik, dan besar kemungkinan reward diplomatik dan dagang bisa diberikan sebagai bentuk apresiasi atas sikap kooperatif.

Adik memperkirakan, ada beberapa bentuk reward atau insentif yang mungkin diberikan Trump jika Indonesia atau negara lain dianggap good boy.

Pertama, penurunan tarif bertahap (progressive tarif rollback).

Tarif 32 persen tidak langsung diberlakukan, atau diturunkan secara selektif pada sektor tertentu.

Contoh, produk pertanian dikenai 10 persne, bukan 32 persen sebagai pengakuan atas kesungguhan dagang.

“Kedua, pengecualian produk tertentu. Indonesia bisa negosiasi agar produk unggulan seperti tekstil, alas kaki, atau komponen otomotif dikecualikan dari tarif penuh. Ini membuka ruang untuk diplomasi sektoral berbasis komitmen dagang timbal balik,” terang Adik

Ketiga, akses preferensial ke proyek strategis AS. Perusahaan Indonesia bisa dilibatkan dalam proyek infrastruktur, energi, atau digitalisasi di AS (melalui joint venture).

Ini sebagai bentuk kompensasi tidak langsung atas partisipasi dalam menyeimbangkan deficit.

“Dan ke-empat reputasi sebagai mitra strategis. Di luar angka, status sebagai Good Boy meningkatkan kredibilitas diplomatik dan ekonomi Indonesia di mata investor AS dan global,” kata Adik.

Trump Tunda Tarif Impor

*Penerapan tarif impor AS ditunda 90 hari ke depan
*AS tetap terapkan tarif impor 10 persen

*Imbauan Kadin Jatim:
1. Cepat merespons
2. Cerdas mengambil keputusan
3. Bijaksana memutuskan kebijakan

*Hubungan dagang Indonesia-AS dilandasi:
1. Prinsip transaksi langsung
2. Kekuatan tawar
3. Pengaruh bilateral

*Kemungkinan reward AS untuk Indonesia:
1. Penurunan tarif bertahap (progressive tarif rollback)
2. Pengecualian produk tertentu
3. Akses preferensial ke proyek strategis AS
4. Reputasi sebagai mitra strategis

Sumber: Diolah

 

Editor : Nofilawati Anisa
#penundaan #kadin jatim #donald trump #tarif impor #amerika serikat #Adik Dwi Putranto