RADAR SURABAYA BISNIS - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi menetapkan kebijakan tarif impor untuk hampir semua negara mitra dagang.
Trump menerapkan tarif impor 10 persen terhadap negara asing di dunia yang memperdagangkan produk ke Amerika Serikat.
Tarif impor tersebut merupakan respons terhadap tindakan yang diambil negara-negara lain dalam membatasi ekspor produk dari AS.
Menyikapi kebijakan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur membuka peluang pasar ekspor alternatif.
“Jadi kita tidak boleh berandai-andai, tapi harus bersiap misalnya kalau kita pasar ekspor alternatif ke mana,” ujar Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Rabu (9/4/2025).
Emil mengaku tidak memungkiri Amerika menjadi salah satu tujuan ekspor bagi Jawa Timur, khususnya adalah produk furniture dan alas kaki.
Oleh karena itu, Emil mendorong para pengusaha, untuk menjajal ekspor ke negara lain.
“Jadi ya kita harus mulai eksplorasi pasar-pasar alternatif, jangan hanya Amerika yang jadi andalan utama untuk mengirim furniture, alas kaki kan gitu,” terangnya.
Lebih lanjut Emil mengungkapkan pengusaha Jatim diajak untuk bersiap.
Dengan atau tanpa kebijakan Amerika, tetap harus mendiversifikasi ekspor, atau memasuki pasar baru.
Yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan kepada Amerika.
“Bukan mengantisipasi berkurangnya ekspor di Amerika. Tapi kita pun memang harus diversifikasi dan menumbuhkan ekspor kita,” katanya.
Terpisah, Ketua DPRD Jawa Timur Musyafak Rouf mengatakan kebijakan Trump juga berdampak kepada Jawa Timur terutama para pelaku usaha.
Musyafak menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menjadwalkan pertemuan dengan para pelaku usaha di Jawa Timur.
“Tujuannya adalah untuk mengantisipasi potensi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang bisa terjadi akibat gejolak ekonomi global,” ujarnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa