Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Naik Konsisten, NTP Jatim Selama 2024 Rata-Rata Tumbuh 2,50 Persen

Mus Purmadani • Minggu, 6 April 2025 | 23:35 WIB

 

PANEN: Sepanjang tahun 2024 Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat mencatat kenaikan NTP tertinggi sebesar 7,74 persen, dari 102,96 menjadi 110,93.
PANEN: Sepanjang tahun 2024 Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat mencatat kenaikan NTP tertinggi sebesar 7,74 persen, dari 102,96 menjadi 110,93.

RADAR SURABAYA BISNIS - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat selama tahun 2024, Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur secara rata-rata mengalami kenaikan sebesar 2,50 persen dibanding tahun 2023 yaitu dari 109,47 menjadi 112,21.

Kenaikan tersebut disebabkan karena indeks harga yang diterima petani naik 5,99 persen lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani yang sebesar 3,40 persen.

"Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata nilai tukar produk pertanian terhadap barang konsumsi rumah tangga petani dan biaya produksi tahun 2024, secara umum lebih tinggi dibanding tahun 2023," ujar Kepala BPS Jatim Zulkipli, Minggu (6/4/2025).

Zulkipli mengatakan pola perubahan NTP Jawa Timur selama tahun 2024 cukup fluktuatif, terutama pada awal tahun.

Kenaikan NTP yang cukup konsisten terjadi selama Juli 2023 sampai Februari 2024, kecuali pada Januari 2024 yang mengalami sedikit penurunan, kemudian NTP mulai turun di Maret dan April 2024.

"Selama tahun 2024, NTP Jawa Timur lebih tinggi dibanding dengan tahun 2023, kecuali pada tiga bulan terakhir di 2024 dengan nilai NTP tahun 2024 lebih rendah dari 2023," katanya.

Lebih lanjut Zulkipli mengatakan jika dilihat besarnya perubahan NTP di tahun 2024, kenaikan
NTP tertinggi terjadi pada bulan Februari sebesar 3,45 persen.

Hal ini karena indeks harga yang diterima petani pada bulan tersebut mengalami kenaikan sebesar 4,06 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,59 persen.

"Di sisi lain, penurunan NTP terdalam terjadi pada bulan April sebesar 5,81 persen yang terjadi karena indeks harga yang diterima petani mengalami penurunan sebesar 5,42 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani naik sebesar 0,42 persen," terang Zulkipli.

Kemudian jika dilihat NTP pada masing-masing subsektor selama tahun 2024, NTP tertinggi terjadi pada Subsektor Hortikultura sebesar 126,70.

Sedangkan NTP terendah terjadi pada Subsektor Perikanan Tangkap sebesar 94,59.

Kemudian, apabila dibandingkan dengan tahun 2023, kenaikan NTP tertinggi terjadi pada Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 7,74 persen yaitu dari 102,96 menjadi 110,93.

Diikuti Subsektor Tanaman Hortikultura sebesar 7,57 persen dari117,79 menjadi 126,70, Subsektor Tanaman Pangan sebesar 1,46 persen dari 111,94 menjadi 113,58, dan Subsektor Peternakan sebesar 1,18 persen dari 103,12 menjadi 104,34.

"Indeks Harga yang Diterima Petani (It) Indeks harga yang diterima petani (It) Provinsi Jawa Timur selama tahun 2024 secara umum lebih tinggi dibandingkan It pada tahun 2023, kecuali dua bulan terakhir 2024. Berdasarkan pola grafiknya, selama tahun 2024 It mengalami peningkatan paling tinggi di bulan Februari mencapai 4,06 persen. Sementara itu, penurunan It terdalam terjadi di bulan April sebesar 5,42 persen," jelas Zulkipli.

Secara umum, rata-rata indeks harga yang diterima petani pada tahun 2024 mengalami kenaikan sebesar 5,99 persen dari 129,07 menjadi 136,80.

Kenaikan indeks ini disebabkan oleh naiknya indeks harga yang diterima petani di empat subsektor yaitu Subsektor Tanaman Pangan, Hortikulutra, Tanaman Perkebunan Rakyat, dan Peternakan.

Kenaikan indeks harga yang diterima petani tertinggi terjadi pada Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 11,07 persen.

"Secara umum indeks harga yang diterima petani semua subsektor mempunyai nilai di atas 100. Hal ini merupakan indikasi terjadinya peningkatan harga produk-produk pertanian yang dihasilkan petani pada semua subsektor pertanian selama tahun 2024 dibandingkan tahun dasar yaitu tahun 2018," pungkasnya. (mus/opi)

Nilai Tukar Petani (NTP) Jatim di 2024

*Rata-rata naik 2,50 persen dibanding 2023
*Dari 109,47 menjadi 112,21

*Penyebab kenaikan:
1. Indeks harga yang diterima petani naik 5,99 persen
2. Lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 3,40 persen
3. Rata-rata nilai tukar produk pertanian terhadap barang konsumsi rumah tangga petani dan biaya produksi lebih tinggi

*Pola perubahan NTP cukup fluktuatif
*Terutama pada awal tahun
*Kenaikan yang cukup konsisten terjadi selama Juli 2023 sampai Februari 2024
*Kenaikan tertinggi di Februari sebesar 3,45 persen
*Penurunan terdalam di April sebesar 5,81

*Besaran NTP berdasar subsector:
1. Hortikultura sebesar 126,70
2. Perikanan Tangkap sebesar 94,59
3. Tanaman Perkebunan Rakyat 110,93
4. Tanaman Pangan sebesar 113,58
5. Peternakan sebesar sebesar 104,34

Sumber: BPS Jatim

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Zulkipli #jawa timur #BPS Jatim #nilai tukar petani #NTP