RADAR SURABAYA BISNIS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat mulai dijalankan di Surabaya.
Namun pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya belum merata di seluruh sekolah.
Hingga awal April 2025 ini, tercatat baru 38 sekolah yang menjalani uji coba program tersebut.
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Bahtiyar Rifai membenarkan bahwa program MBG masih belum merata di sekolah-sekolah.
Meski begitu, Surabaya tetap menjadi salah satu daerah di Jawa Timur yang telah lebih dulu melaksanakan program MBG sejak 2025.
"Memang belum merata MBG di Surabaya, tetapi Surabaya salah satu daerah yang sudah mulai menjalankan program ini dari pemerintah pusat," ujar Bahtiar saat dikonfirmasi.
Menurutnya, keterlambatan pemerataan uji coba ini disebabkan masih adanya proses verifikasi dari Badan Gizi Nasional (BGN) terhadap penyedia makanan, khususnya dapur umum yang menjadi sumber distribusi makanan.
Setiap penyedia diwajibkan memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
"Masih ada verifikasi dari BGN karena penyedia makanan atau dapur umum harus sesuai SOP yang ditetapkan oleh pemerintah pusat," jelasnya.
Terkait pelaksanaan program, Bahtiar mengaku belum mencatat adanya masalah krusial karena kewenangan penuh ada di tangan pemerintah pusat.
Namun, ia memberikan catatan penting mengenai variasi menu agar siswa tidak merasa bosan.
"Kami berharap menu yang disajikan dibuat bervariasi agar siswa tidak bosan. Tapi tentu tetap harus sesuai standar kandungan gizi yang telah ditentukan," tegasnya.
Legislator dari Fraksi Gerindra itu juga menekankan bahwa setiap dapur umum yang ditunjuk dalam program ini sudah dilengkapi dengan tenaga ahli gizi dari BGN, untuk memastikan asupan makanan tetap memenuhi standar kesehatan bagi siswa.
"Setiap dapur umum ada ahli gizi yang ditempatkan oleh BGN," tandasnya.
Program MBG digulirkan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas gizi anak-anak Indonesia.
Pemerataan dan kepatuhan terhadap SOP menjadi kunci agar program ini berjalan efektif di seluruh sekolah di Surabaya. (dim/opi)
Editor : Nofilawati Anisa