Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Cetak SDM Industri Furnitur yang Kompeten Digital, Kemenperin Gandeng Australia

Nofilawati Anisa • Jumat, 4 April 2025 | 17:12 WIB
RAMAI: Suasana pameran furniture Indonesia di Korea Selatan bertajuk Korea International Furniture and Interior Fair (Kofurn) 2024 yang berlangsung pada 29 Agustus hingga 1 September 2024.
RAMAI: Suasana pameran furniture Indonesia di Korea Selatan bertajuk Korea International Furniture and Interior Fair (Kofurn) 2024 yang berlangsung pada 29 Agustus hingga 1 September 2024.

RADAR SURABAYA BISNIS - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) semakin memacu kinerja industri furnitur dalam negeri, guna menaikkan kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Upaya terkait sekaligus untuk memperluas pasar ekspor.

Salah satu strateginya adalah memfasilitasi ketersediaan sumber daya manusia (SDM) industri yang terampil dan kompeten.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, SDM terampil di sektor furnitur menjadi salah satu kunci utama untuk mendorong kinerja industri furnitur dalam negeri.

“Terlebih lagi, Kemenperin memiliki Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kendal yang aktif mencetak SDM kompeten di sektor tersebut,” ungkap Agus dalam keterangannya, Jumat (4/4/2025).

Kemenperin mencatat, potensi industri furnitur nasional terlihat dari petumbuhan yang positif mencapai 2,07 persen.

Industri furnitur menyumbang hingga 51,81 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas pada periode Januari-November 2024.

Selain itu, nilai ekspor produk furnitur dari Indonesia tercatat sebesar USD 1,47 miliar atau meningkat 0,7 persen jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023.

Guna menggenjot kinerja industri furnitur dalam negeri, Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak.

Mulai dari perusahaan industri, institusi pendidikan, asosiasi, hingga pemerintah, dari dalam maupun luar negeri.

Kolaborasi ini untuk menghasilkan SDM yang kompeten sesuai dengan kebutuhan dunia industri saat ini.

“Kerja sama dengan mitra merupakan satu hal penting yang dapat mendukung peningkatan kompetensi dan daya saing SDM industri. Kami sedang merintis banyak kerja sama dengan mitra luar negeri untuk mencetak SDM industri yang berdaya saing global,” ungkap Kepala BPSDMI, Masrokhan.

Pada Senin (24/3/2025) lalu, salah satu unit pendidikan vokasi Kemenperin, yakni Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka) Kendal telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan CAD+T Australasia Pty/Ltd dan Universitas Pradita.

MoU yang diteken terkait peningkatan keterampilan SDM industri furnitur di Polifurneka Kendal.

CAD+T Australasia Pty/Ltd adalah sebuah perusahaan di Sydney, Australia yang bergerak di bidang perangkat lunak dengan spesialisasi desain interior dan bisnis produksi sebagai solusi kebutuhan perusahaan manufaktur furnitur dengan memungkinkan metode kerja yang efisien dan produktif.

Masrokhan menegaskan, kerja sama ini mencakup pengembangan kurikulum akademik yang menerapkan industri 4.0, peningkatan kompetensi dosen melalui pelatihan bersertifikat internasional, hingga fasilitasi lisensi perangkat lunak untuk kebutuhan pembelajaran.

Universitas Pradita sebagai penyelenggara Talent Camp Asia 2024, sebuah program pelatihan intensif bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni, dan profesional industri, akan mendukung Polifurneka dalam penyiapan SDM industri Polifurneka untuk mengikuti Talent Camp Asia 2025 mendatang.

“Politeknik ini memiliki potensi besar untuk menghasilkan tenaga kerja professional yang dapat memenuhi kebutuhan industri furnitur nasional,” ujar Kepala Program Studi Desain Interior Universitas Pradita, Boyke Janus Anshory.

Sementara itu, General Manager CAD+T Australasia Pty/Ltd William Dedella menyatakan kesediaannya untuk membantu Polifurneka memperkuat penerapan industri 4.0 dalam pembelajaran mahasiswa di kampus.

“Kami akan bantu mengintegrasikan perangkat lunak kami dalam kurikulum akademik untuk tiga tahun ke depan dan membuka peluang untuk pelaksanaan kuliah dari tenaga ahli kami di politeknik ini,” jelas William.

Lebih lanjut, Direktur Polifurneka Peni Shoffiyati menyatakan, kerja sama strategis ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan SDM industri Polifurneka dalam bidang desain produk dan industri furnitur berbasis teknologi industri 4.0.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat menjembatani dunia pendidikan dan industri furniture dengan memberikan pengalaman belajar berbasis teknologi desain dan manufaktur modern,” ungkapnya. (nis/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#digital #Agus Gumiwang Kartarsasmita #kemenperin #industri furnitur #pdb nasional #australia #menperin #Kompeten