RADAR SURABAYA BISNIS - Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat, produksi telur nasional saat ini mengalami surplus sekitar 288,7 ribu ton atau setara 5 miliar butir per bulan.
Dengan kelebihan produksi ini, Indonesia berpotensi besar memasok telur ayam konsumsi di negara negara yang sedang mengalami gangguan produksi akibat wabah HPAI.
Termasuk Amerika Serikat (AS) yang diberitakan defisit tinggi hingga memicu lonjakan harga telur mencapai USD 4,11 USD setara Rp 68 ribu per kilogram.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda menegaskan pihaknya akan terus mendorong ekspor komoditas peternakan.
Termasuk telur ayam konsumsi, guna memenuhi kebutuhan negara-negara yang tengah mengalami krisis produksi.
“Kami terus mendorong peningkatan ekspor dengan memastikan standar kualitas, keamanan pangan, dan persyaratan negara tujuan terpenuhi,” ujar Agung dalam keterangannya, Minggu (30/3/2025).
Editor : Nofilawati Anisa