RADAR SURABAYA BISNIS - Sebagai salah satu lembaga pendidikan yang terletak di Kota Surabaya, Universitas Bhayangkara (Ubhara) terus melakukan sejumlah gerakan baru untuk menunjang kebutuhan mahasiswanya dalam belajar.
Terbaru, Ubhara Surabaya saat ini tengah menggodok produk air minum kemasan yang tujuannya agar dapat dimanfaatkan para mahasiswanya guna mengasah kemampuan entrepreneur mereka.
Rektor Ubhara Surabaya Irjen Pol (Purn) Anton Setiadji mengungkapkan, produk air minum kemasan itu diberi nama UBBES.
Saat ini, air minum kemasan ini sudah mengantongi sertifikasi halal.
Produk ini menurut dia juga bekerja sama dengan salah satu pondok pesantren yang ada di wilayah Pasuruan.
"Jadi Ubhara punya side bisnis dalam rangka mengembanhkan dunia usaha untuk menggalakkan jiwa enterprenuer pada mahasiswa kami," kata Anton, Jumat (28/3/2025).
Anton mengungkapkan, kalau air minum kemasan yang diproduksi di Pandaan itu, untuk saat ini hanya beredar di kalangan internal terlebih dahulu.
Namun, bukan berarti produk ini tidak akan dipasarkan di pasaran.
Apalagi, produk itu juga sudah mengantongi sertifikasi halal juga.
"Yang belum itu izin untuk edarnya. Kalau sertifikasi halal sudah. Jadi untuk sementara peredarannya untuk kalangan sendiri," ucap mantan Kapolda Jawa Timur itu.
Anton cukup yakin kalau produk air minum kemasan milik Ubhara Surabaya itu ke depan dapat merambah market di pasaran.
Tentunya dia optimis UBBES ini dapat bersaing dengan para kompetitornya yang lain.
Dari situlah, dia mengharapkan, mahasiswanya pun dapat mengamati dan mempelajari sehingga jiwa enterpreneur mereka pun menguat.
"Oh iya tentu ke depan akan kita pasarkan juga di pasaran. Karena dari program ini, mahasiswa kami bisa melihat dan mengamati langsung pemasaran produk ini. Karena kami ingin melatih skill enterprenuer para mahasiswa kami di sini," ujarnya.
Selain menciptakan produk air minum kemasan, Ubhara Surabaya juga menjalankan kegiatan side bisnis yaitu rental mini bus untuk pariwisata.
Hasil dari rental ini digunakan untuk kebutuhan para pegawai Ubhara Surabaya semisal untuk berbagi dengan pegawainya yang tergolong warga kurang mampu.
"Utamanya air minum ini ya. Kenapa demikian? Karena air minum ini merupakan kebutuhan primer masyarakat secara umum. Artinya peluang bisnis di sini terbuka lebar dengan harapan program ini dapat menggugah dan memotivasi seluruh mahasiswa-mahasiswa kami," pungkasnya. (dim/opi)
Editor : Nofilawati Anisa