Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Hilirisasi Baja Sumbang Surplus Neraca Perdagangan, Segini Kotribusinya

Nofilawati Anisa • Rabu, 26 Maret 2025 | 14:24 WIB
ILUSTRASI: Pekerja melakukan perbaikan dan pemotongan bahan baja ringan.
ILUSTRASI: Pekerja melakukan perbaikan dan pemotongan bahan baja ringan.

RADAR SURABAYA BISNIS - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut hilirisasi baja berkontribusi dalam surplus neraca perdagangan Indonesia di 2024, dengan nilai ekspornya mencapai USD 29,23 miliar.

"Hilirisasi baja turut meningkatkan nilai ekspor dan surplus neraca perdagangan. Menurut data BPS, total ekspor baja Indonesia (HS 72 dan HS 73) pada 2024 mencapai 29,23 miliar dolar AS dengan volume 22 juta ton," ujar Direktur Ekspor Produk Industri dan Pertambangan Andri Gilang Nugraha Ansari di Jakarta, dilansir dari Antara, Selasa (25/3/2025).

Gilang menjelaskan nilai ekspor ini naik 2,88 persen dibandingkan 2023. Sementara volume ekspor meningkat 19,97 persen.

“Kontribusi ekspor baja terhadap total ekspor Indonesia pada 2024 mencapai 11,04 persen,” lanjutnya.

Pada 2024, nilai impor baja tercatat sebesar USD 14,90 miliar dengan volume 16,28 juta ton.

Mencatat penurunan 5,30 persen dibandingkan 2023.

Dengan demikian, neraca perdagangan baja mencatat surplus sebesar USD 14,33 miliar.

Berdasarkan data Kemendag, jenis produk baja dengan nilai ekspor tertinggi pada 2024, antara lain produk canai lantaian dari baja stainless dengan lebar 600 mm atau lebih dengan ketebalan 3 mm - 4,75 mm (HS 721913), nilai ekspornya mencapai 2,11 miliar dolar AS atau naik 21,53 persen dibanding tahun sebelumnya.

Negara tujuan ekspor terbesar untuk produk tersebut adalah Vietnam (USD 717,30 juta), Taiwan (USD 569,86 juta), Tiongkok (USD 233,33 juta), India (USD 213,78 juta), dan Turki (USD 102,97 juta).

Selain itu, komoditas baja lain yang juga diminati adalah produk setengah jadi dari baja stainless dengan penampang silang empat persegi panjang dengan nilai ekspor USD 1,54 miliar.

Negara tujuan utama dari produk ini adalah India (USD 785,10 juta), Taiwan (USD 394,03 juta), Tiongkok (USD 255,56 juta), Italia (USD 101,08 juta), Korea Selatan (USD 2,95 juta).

Produk canai lantaian dari baja stainless dengan lebar 600 mm atau lebih dengan ketebalan 4,75 mm - 10 mm (HS 721912), kata Gilang, juga menjadi produk yang diminati negara lain. (ara/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#canai lantaian #Andri Gilang Nugraha Ansari #neraca perdagangan Agustus surplus #baja stainless #kementerian perdagangan (kemendag) #industri baja #ekspor baja