Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Presiden Prabowo Ingin Bangun 38 KEK, Ada Satu di Tiap Provinsi

Nofilawati Anisa • Jumat, 21 Maret 2025 | 01:14 WIB

 

PIDATO: Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya pada peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (20/3/2025).
PIDATO: Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya pada peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (20/3/2025).

RADAR SURABAYA BISNIS - Presiden Prabowo Subianto berencana membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di setiap provinsi, sehingga nantinya Indonesia memiliki 38 KEK.

Upaya ini guna mendorong peningkatan investasi dan menciptakan lapangan kerja.

Hal itu disampaikan Presiden Prabowo setelah meresmikan KEK Industropolis Batang, Jawa Tengah, Kamis (20/3/2025).

"Kita optimis dan ini salah satu dari berapa puluh rencana KEK yang kita akan bangun nanti, mungkin idealnya satu KEK di tiap provinsi. Jadi ujungnya kita harus punya 38 KEK itu yang kita ingin ke arah sana," kata Presiden Prabowo.

Presiden mengapresiasi KEK Industropolis Batang yang dinilainya memiliki perencanaan pembangunan yang sangat baik.

Di KEK tersebut, Presiden menyoroti banyak perusahaan besar yang sudah terlibat, yakni tujuh perusahaan di antaranya sudah beroperasi.

Lalu tujuh perusahaan lagi dalam tahap konstruksi dan 13 perusahaan lainnya dalam perencanaan pembangunan industri di KEK.

Presiden mengatakan bahwa rencana pemerintah ke depan dalam menciptakan lapangan kerja melalui investasi, serta penambahan nilai bahan baku komoditas melalui hilirisasi semakin menjanjikan.

"Investasi-investasi yang kita akan laksanakan mulai tahun ini nanti buahnya adalah hilirisasi supaya nilai tambah semua bahan baku kita bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia, juga lapangan kerja yang kita hitung, dalam lima tahun yang akan datang akan mencapai 8 juta lapangan kerja," ungkap Prabowo.

Presiden juga mengapresikasi kerja sama yang dilakukan oleh Kementerian dan lembaga dalam pemerintahan.

Termasuk Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Perhubungan, hingga Kementerian Pariwisata.

"Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya dan penghargaan kepada semua kementerian dan lembaga terkait yang telah bekerja keras sehingga hari ini kita bisa bersama-sama meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang," tuturnya.

Dia turut berterima kasih kepada Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

Pasalnya, pembangunan KEK Batang saat itu dimulai pada era Jokowi, bahkan peresmiannya pun dilakukan pada Juli 2024 lalu.

"Kawasan ini tentunya adalah hasil kerja keras dari banyak pihak," ujar Prabowo.

"Dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan penghargaan kepada pendahulu saya Presiden ke-7 Indonesia Bapak Joko Widodo," sambung Presiden Prabowo.

KEK Industropolis Batang merupakan transformasi dari Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) yang bertujuan mendorong peningkatan investasi di Jawa Tengah.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana sebelumnya mengatakan pemerintah menargetkan nilai investasi di KEK Industropolis Batang dalam lima tahun ke depan sebesar Rp 75,8 triliun, sedangkan target jumlah tenaga kerja sebanyak 58.145 orang.

Kegiatan usaha yang dilakukan di KEK Industropolis mencakup bidang manufaktur, logistik, dan distribusi.

Sebelumnya, KITB ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 106 Tahun 2022 tentang Percepatan Investasi melalui Pengembangan Industri Terpadu (KITB) Batang.

"Perubahan dari KITB menjadi KEK bertujuan untuk mendorong peningkatan investasi yang lebih besar," ucap, Yusuf Permana. (ara/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#KEK Industropolis Batang #hilirisasi #kawasan ekonomi khusus #Presiden Prabowo #investasi #batang