RADAR SURABAYA BISNIS – Bulan Ramadan dijalani dengan bahagia oleh seluruh umat muslim di dunia.
Di Indonesia, salah satu negara dengan jumlah penduduk Islam terbesar di dunia, momen mulia ini dijalani dengan penuh antusias.
Berpuasa pada dasarnya sangat baik untuk kesehatan lambung dan penderita sakit maag, apabila dijalankan dengan benar.
Namun sayangnya, hampir 60 persen masyarakat Indonesia berbuka puasa dengan makanan yang tidak ramah lambung, seperti gorengan, bersantan, berlemak, asam, dan pedas, sehingga dapat memperberat kerja lambung.
"Kalbe berkomitmen melalui brand Promag sebagai ahlinya lambung, untuk mengurangi angka penyakit maag, terutama di bulan Ramadan,” ungkap Head of Category Digestive & Skin Kalbe Consumer Health, Revi Octaria, di sela acara NgabuburGigs yang dihelat di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), Senin (17/3/2025).
Kegiatan ini diikuti ratusa mahasiswa UINSA. Mereka sangat antusias karena mengaku mendapatkan banyak manfaat sekaligus pengetahuan dengan menghadiri acara terkait.
“Terutama soal lambung, karena sebagai anak kos kita sering abai dengan kesehatan saking banyaknya berkegiatan di kampus,” kata Aini, salah satu mahasiswi.
Apalagi gaya hidup generasi muda (Gen Z) saat ini, disebut Revi lebih rentan menderita sakit maag dan mereka cenderung mengabaikannya.
“Oleh karena itu, kami berperan dalam mengedukasi pentingnya mengonsumsi makanan dan minuman ramah lambung, terutama saat berpuasa, agar niat baik di bulan Ramadan tetap berjalan dengan baik,” sambungnya.
Lebih jauh Revi menjelaskan, Kalbe melalui anak usahanya, Kalbe Consumer Health, dan brand Promag, menggelar program Buka Jalan Kebaikan di sepanjang bulan Ramadan 2025.
“Program ini berupa pemberian donasi takjil senilai Rp 1,5 miliar ke seluruh wilayah Indonesia, sehingga masyarakat dapat menikmati takjil ramah lambung,” ujarnya.
Program ini bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk rekomendasi pemilihan bahan, serta Jarle, masterchef Indonesia session 6 untuk kreasi menu takjil.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) periode 2022—2025, dr. Ulul Albab, Sp.OG., mengatakan pihaknya menyambut baik program edukasi kesehatan lambung ini.
IDI mendukung program ini dengan memberikan rekomendasi makanan ramah lambung, seperti kurma, air kelapa, rebusan sayur, makanan manis rendah lemak, dan buah-buahan segar.
"Menjaga kenyamanan lambung sangat penting saat berpuasa. Pilihlah makanan rendah lemak, konsumsi makanan segar, dan hindari minuman yang mengandung soda atau kafein saat perut kosong,” jelas dr. Ulul Albab.
Mahasiswa yang masuk dalam kategori Generasi Z pun merupakan target utama kampanye ini.
Sebagian besar dari mereka memiliki kebiasaan mengonsumsi jajanan zaman now yang berpotensi memicu gangguan lambung seperti sakit maag, yaitu camilan seblak, tteokbokki, mi instan pedas, dan lain-lain.
“Oleh karena itu, kami menu takjil ramah lambung, yang diedukasi melalui kegiatan off air maupun online, seperti media sosial Instagram,” pungkas Revi. (ara/opi)
Editor : Nofilawati Anisa