Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Industri Tembakau Terbanyak Serap Tenaga Kerja di Jatim

Mus Purmadani • Rabu, 5 Maret 2025 | 22:33 WIB

 

PADAT KARYA: Industri tembakau di Jawa Timur paling banyak menyerap tenaga kerja wanita.
PADAT KARYA: Industri tembakau di Jawa Timur paling banyak menyerap tenaga kerja wanita.

RADAR SURABAYA BISNIS – Pengolahan tembakau menjadi industri mikro/kecil di Jawa Timur yang paling banyak menyerap tenaga kerja tahun 2023.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur Zulkipli dalam Publikasi Provinsi Jawa Timur Dalam Angka 2025, Rabu (5/3/2025).

“Jumlah perusahaan pada kategori mikro dan kecil di Jawa Timur pada tahun 2023 didominasi oleh industri makanan dengan 256.215 usaha dari total industri sejumlah 977.471 usaha,” ujarnya.

Zulkipli menambahkan, jumlah pekerja didominasi oleh industri pengolahan tembakau sebanyak 876.626 orang dan industri makanan sebanyak 552.734 orang, dari total pekerja sejumlah 2.498.925 pekerja.

“Walaupun menyerap tenaga kerja terbanyak, pengolahan tembakau berada di urutan ketiga dalam jumlah industri mikro/kecil terbanyak,” sambung Zulkipli.

Diungkapkannya, industri makanan di Jatim mencapai 256.215 usaha.

Kemudian industri kayu, barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur) dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya sebanyak 207.280 usaha.

Sedangkan industri pengolahan tembakau 137.598 usaha.

Sementara itu data Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur tahun 2024 menunjukkan industri hasil tembakau (IHT) mempunyai peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian di Jawa Timur.

Industri hasil tembakau Jatim memberikan kontribusi sebesar 22,78 persen dan peringkat kedua tertinggi terhadap pembentukan produk domestik regional bruto (PDRB) industri Provinsi Jatim.

“Ini selaras dengan posisi Jawa Timur sebagai penghasil tembakau terbesar di indonesia dengan nilai kontribusi sebesar 43,9 persen dari total produksi nasional,” katanya.

Jumlah industri rokok sebagian besar juga berada di Jawa Timur dan berkontribusi sekitar 60 persen terhadap total penerimaan cukai secara nasional.

Tahun 2024, di Jawa Timur terdapat kurang lebih 1.728 unit usaha industri hasil tembakau yang mempekerjakan 287.180 tenaga kerja. (mus/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#pemprov jatim #BPS Jatim #tenaga kerja #industri tembakau