Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Perlengkapan dan Komponen Kritikal Sudah Tiba, Freeport Pastikan Percepatan Perbaikan Smelter di Gresik

Nofilawati Anisa • Rabu, 5 Maret 2025 | 22:26 WIB
KOMPONEN: Proses unloading komponen Smelter PTFI dari pesawat Antonov yang landing di Bandara Juanda Surabaya, Minggu (2/3/2025).
KOMPONEN: Proses unloading komponen Smelter PTFI dari pesawat Antonov yang landing di Bandara Juanda Surabaya, Minggu (2/3/2025).

RADAR SURABAYA BISNIS - PT Freeport Indonesia (PTFI) memastikan percepatan perbaikan fasilitas Common Gas Cleaning (CGC) Plant Smelter PTFI dengan mendatangkan perlengkapan dan komponen kritikal menggunakan pesawat kargo ke Surabaya. Selanjutnya alat tersebut menempuh jalur darat menuju Gresik.

“Kami berupaya semaksimal mungkin agar proses recovery ini berjalan efektif dan efisien agar smelter secepatnya kembali berproduksi,” ucap Presiden Direktur PTFI Tony Wenas di Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu (5/3/2025).

Tony menjelaskan bahwa Freeport memilih mobilisasi perlengkapan dan komponen kritikal menggunakan pesawat kargo karena waktu tempuh pengiriman komponen dari luar negeri hanya 35 jam.

“Ini jauh lebih cepat dibandingkan dengan kapal laut yang memerlukan waktu sekitar 60 hari,” ucap dia.

Lebih lanjut Tony mengatakan proses logistik udara menjadi solusi tepat untuk menghemat waktu berminggu-minggu dalam proses perbaikan CGC Plant.

Hal ini, lanjut dia, sangat krusial mengingat komponen tersebut mengalami kerusakan, harus diproduksi ulang, dan tersedia dalam waktu singkat.

Adapun pesawat kargo yang digunakan oleh Freeport adalah Antonov AN-124 dan Boeing 747.

Pesawat Antonov dipilih karena beberapa komponen penting seperti bundel tabung dan metal expansion joints yang diproduksi di Jerman, memiliki ukuran yang terlalu besar untuk diangkut oleh pesawat kargo reguler.

PTFI menjadwalkan tiga kali pengiriman menggunakan tiga pesawat Antonov dengan total berat kargo mencapai 75,7 ton.

Pengiriman komponen perdana dilakukan pada 6 Februari 2025, diikuti dengan pengiriman kedua pada 25 Februari 2025, dan pengiriman terakhir pada 2 Maret 2025.

Pengiriman langsung dari Frankfurt, Jerman, menuju Bandara Juanda, Surabaya.

Selain pesawat kargo Antonov, PTFI juga menggunakan pesawat Boeing 747 untuk pengiriman perdana komponen pada 29 November 2024 dengan berat total 58 ton.

Sebelumnya, terjadi kebakaran di pabrik asam sulfat Smelter PTFI yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik pada 14 Oktober 2024.

Insiden tersebut menyebabkan Freeport belum bisa melakukan produksi lantaran operasional pabrik di Gresik terhenti sementara waktu.

Hal tersebutlah yang melandasi Freeport mengajukan perpanjangan ekspor ke pemerintah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pun menyampaikan bahwa PTFI diberi izin untuk mengekspor konsentrat tembaga hingga Juni, tepatnya sampai dengan pabrik yang terbakar selesai diperbaiki.

“Saya sudah minta Pak Tony Wenas (Presiden Direktur PT Freeport Indonesia) untuk tanda tangan pernyataan di atas meterai, dinotariskan agar kalau sampai bulan Juni pun tidak selesai (perbaikan), maka dia akan mendapatkan sanksi,” kata Bahlil dalam sebuah kesempatan. (ara/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#kargo #Tony Wenas #jerman #pt freeport indonesia (ptfi) #smelter gresik #bandara juanda