RADAR SURABAYA BISNIS - Corporate Secretary PT Garam, Indra Kurniawan mengungkapkan, dalam upaya mendukung program swasembada garam yang dicanangkan pemerintah, PT Garam telah mempersiapkan diri dengan terencana.
Saat ini, perusahaan memiliki stok garam sebesar 245 ribu ton.
Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri, khususnya di awal tahun 2025.
“Kami memiliki stok garam sebanyak 245 ribu ton yang siap diolah menjadi garam industri di pabrik-pabrik milik PT Garam. Ini adalah langkah awal kami untuk memastikan ketersediaan garam industri di dalam negeri,” ujar Indra, Senin (3/3/2025).
Selain itu, lanjutnya, PT Garam juga tengah mempersiapkan langkah strategis untuk menyerap garam rakyat dengan kualitas tertentu guna memenuhi kebutuhan industri yang terus meningkat.
Langkah ini diambil untuk mendukung petani garam lokal sekaligus memastikan pasokan garam industri tetap terjaga.
"Kami sedang dalam proses penghitungan nilai tonase penyerapan garam rakyat. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk mendukung petani garam lokal dan sekaligus memenuhi kebutuhan industri," katanya.
Tidak hanya fokus pada swasembada garam, Indra menyebut PT Garam juga berkomitmen untuk mendukung program hilirisasi industri soda ash, yang merupakan salah satu program strategis nasional.
Untuk mewujudkan hal ini, PT Garam telah mempersiapkan kerja sama strategis melalui Joint Venture dengan PT Pupuk Indonesia Pangan.
Kerja sama ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku garam dalam produksi soda ash.
"Kami sudah mempersiapkan kerja sama joint venture dengan PT Pupuk Indonesia Pangan. Perusahaan kerjasama ini nantinya akan bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan bahan baku garam dalam produksi soda ash. Ini adalah langkah besar kami dalam mendukung hilirisasi industri soda ash di Indonesia," jelasnya.
"Kami berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dalam mencapai swasembada garam dan hilirisasi industri soda ash. Langkah-langkah yang kami ambil hari ini adalah investasi untuk masa depan industri garam di Indonesia," pungkas Indra. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa