Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Jatim Tawarkan Empat Jaminan Utama Investasi kepada Delegasi Brunei Darussalam, Apa Saja?

Mus Purmadani • Rabu, 26 Februari 2025 | 16:55 WIB
KUNJUNGAN NEGERI JIRAN: Delegasi Persatuan Persahabatan Brunei Darussalam - Indonesia Friendship Association (Burdifa) di Kantor Gubernur Jatim, Surabaya, Selasa (25/2/2025).
KUNJUNGAN NEGERI JIRAN: Delegasi Persatuan Persahabatan Brunei Darussalam - Indonesia Friendship Association (Burdifa) di Kantor Gubernur Jatim, Surabaya, Selasa (25/2/2025).

RADAR SURABAYA BISNIS - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur Jatim dan Brunei Darussalam menjalin kemitraan strategis.

Kedua wilayah juga membuka peluang kerja sama yang memiliki potensi besar di berbagai sektor.

Hal ini dilakukan sebagai upaya memperkuat hubungan bilateral dan menciptakan peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi.

Berbagai peluang kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas kedua wilayah dan membuka lebih banyak peluang investasi yang saling menguntungkan.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono saat menerima Delegasi Persatuan Persahabatan Brunei Darussalam - Indonesia Friendship Association (Burdifa) di Kantor Gubernur Jatim, Surabaya, Selasa (25/2/2025).

Sekdaprov mengatakan, Pemprov Jatim terbuka ingin melakukan kemitraan dan kerja sama bersama delegasi dari Brunei Darussalam yang mencakup berbagai bidang, mulai dari ekonomi, perdagangan, industri, hingga pariwisata.

Dalam kerja sama ini, ada empat jaminan utama yang ditawarkan untuk menarik minat para investor yang ingin berinvestasi di Jawa Timur.

Di antaranya kemudahan perizinan, penyelesaian masalah perburuhan, ketersediaan energi dan infrastruktur wilayah, serta fasilitas penyediaan lahan.

“Sebagai bagian dari fokus pengembangan investasi, Jatim menawarkan dua wilayah unggulan untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, yaitu Kawasan Metropolitan Gerbangkertosusilo dan Pulau Madura,” katanya.

Adhy melanjutkan, kawasan ini memiliki potensi besar sebagai lokasi investasi dalam berbagai sektor, seperti industri, perdagangan, dan infrastruktur.

“Melalui kerjasama ini, diharapkan dapat menciptakan hubungan yang lebih erat antara kedua negara dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di kedua wilayah, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja baru, peningkatan kesejahteraan, dan pembangunan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Kerja sama ini merupakan langkah penting dalam memperkuat hubungan ekonomi yang sudah terjalin, dan menjadi simbol komitmen bersama untuk menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi kedua belah pihak.

Sekdaprov mengungkapkan, kunjungan dari Brudifa ini selain penjajakan peluang kerja sama ekonomi juga dikuatkan dengan kerja sama perdagangan dan kebudayaan.

"Pertemuan ini kami manfaatkan untuk melakukan kerja sama industri, perdagangan dan budaya," terangnya.

Pertemuan penjajakan kerja sama di sektor perdagangan, ekonomi dan budaya ini, lanjut Sekdaprov akan ditindaklanjuti melalui misi dagang yang akan kami bawa para pengusaha dari Jatim ke Brunei Darussalam.

"Para delegasi akan berkunjung ke kawasan industri maupun budaya yang ada di Jombang maupun Pasuruan dan menjajaki peluang usaha yang bisa dikerjasamakan secara berkelanjutan," sebutnya.

Selaras dengan arahan Gubernur Jawa Timur, Sekdaprov menyatakan, bahwa peluang kerja sama melalui misi dagang, misi budaya dan misi religi akan dilakukan dengan banyak negara terutama negara kawasan ASEAN terlebih Brunei Darussalam membutuhkan banyak produk dari Indonesia.

Pertemuan ini, akan dilaporkan kepada Gubernur Jawa Timur dan akan disusun berbagai program strategis.

Terutama peluang kerja sama di banyak sektor dengan negara-negara lain sekaligus mengajak para pengusaha seperti Kadin atau Iwapi.

"Kami dukung Brudifa dan akan libatkan Kadin atau Iwapi sehingga ketika ada misi dagang segala kebutuhan dari para pengusaha asal Jatim bisa langsung transaksi dengan pengusaha Asal Brunei Darussalam" tegasnya.

Yang Dipertuan Persatuan Brudifa Pehin Orang Kaya Laila Perkasa Dato Paduka H. Mahdini mengatakan, kunjungannya ke Jatim ini mewujudkan hubungan yang produktif sehingga dapat membuahkan hasil pada sektor perdagangan, perniagaan, industri pakaian, makanan dan produk lainnya.

Saat di Jatim, pihaknya bersama rombongan akan mengunjungi industri ataupun pabrik-pabrik seperti krupuk, furniture, UMKM hingga industri permakanan.

"Masyarakat Brunei Darussalam sangat menyukai semua produk Indonesia seperti Krupuk ataupun aneka Sambal kami suka," jelasnya.

Menariknya di sela-sela kunjungannya tepat pukul 10.00 dikumandangkan Lagu Indonesia Raya, sontak seluruh delegasi dan Sekdaprov Jatim ikut menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia itu. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#kerja sama #Burdifa #pemprov jatim #Delegasi Persatuan Persahabatan Brunei Darussalam Indonesia Friendship Association #brunei darussalam #kemudahan investasi #investor