Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Prof. Rhenald Kasali "Kritik" Generasi Muda di Hadapan Wisudawan Untag Surabaya

Nofilawati Anisa • Minggu, 23 Februari 2025 | 06:44 WIB
DOORSTOP: Akademisi dan praktisi bisnis, Prof. Rhenald Kasali, PhD, saat ditanya wartawan usai menghadiri prosesi wisudawan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Sabtu (22/2/2025).
DOORSTOP: Akademisi dan praktisi bisnis, Prof. Rhenald Kasali, PhD, saat ditanya wartawan usai menghadiri prosesi wisudawan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Sabtu (22/2/2025).

RADAR SURABAYA BISNIS - Dalam prosesi wisuda Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya ke-130, Sabtu (22/2/2025), akademisi dan praktisi bisnis, Prof. Rhenald Kasali, PhD, menekankan pentingnya mentalitas tangguh bagi para wisudawan untuk menghadapi dunia kerja yang penuh tantangan.

“Hari ini kita hidup di dunia yang sangat berbeda. Pemimpin harus memiliki keberanian dan visi yang kuat. Efisiensi terjadi di seluruh dunia, mulai dari Inggris, Jerman, hingga China dan Singapura,” kata Rhenald Kasali.

Rhenald Kasali juga mengkritik mentalitas “kabur aja dulu” yang menurutnya sering menjadi penghambat kesuksesan anak muda.

“Generasi muda harus diberi ruang untuk berkembang. Jika mereka tidak mendapat peluang di dalam negeri dan memilih bekerja di luar negeri, jangan disalahkan. Dunia kerja saat ini memungkinkan siapa pun bekerja dari mana saja,” ujarnya.

Menurutnya, 10 industri saat ini mengalami kemunduran, termasuk otomotif, perbankan, properti, hingga startup digital.

Dia mengingatkan bahwa generasi muda harus memperkuat mentalitas, meningkatkan kreativitas, dan memahami cara kerja algoritma digital untuk tetap relevan.

“Kampus jangan hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga harus memperkuat mental mahasiswa. Ketangguhan tidak bisa diajarkan di kelas, tetapi harus diasah dengan pengalaman nyata,” katanya.

Salah satu metode yang ia terapkan adalah dengan mengajak mahasiswa melakukan perjalanan ke luar negeri dengan dana terbatas agar mereka belajar bertahan dan beradaptasi.

Rhenald Kasali juga mengingatkan bahwa generasi muda harus mendapat kesempatan berkolaborasi dengan generasi sebelumnya.

“Banyak perusahaan yang enggan menerima Gen Z karena dianggap kurang disiplin. Namun, kita tidak bisa menghindari kehadiran mereka. Mereka harus dilatih mentalnya agar siap menghadapi dunia kerja,” jelas Rhenald Kasali.

Untag Surabaya pada wisuda ke-130 mengukuhkan sebanyak 1.520 lulusan dari berbagai jenjang.

Bertema “Tangguh Patriotku, Gemilang Indonesiaku”, acara ini menegaskan pentingnya inovasi dan kesiapan menghadapi perubahan di era disrupsi.

Sementara itu Rektor Untag Surabaya, Prof Dr Mulyanto Nugroho, menekankan bahwa lulusan Untag harus memiliki mental pejuang dan siap menjadi bagian dari solusi bagi bangsa.

“Dunia saat ini penuh dengan perubahan cepat dan tak terduga. Jangan hanya menjadi penonton perubahan, jadilah bagian dari solusi yang membawa manfaat bagi bangsa,” katanya.

Ia juga menyoroti langkah Untag dalam menyiapkan lulusan yang kompetitif di era digital dengan membuka program studi baru seperti Kedokteran, Profesi Dokter, dan Artificial Intelligence & Robotics (AIRO).

“Kami terus berusaha memberikan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman,” tambahnya.

Menutup acara wisuda, Prof Mulyanto mengingatkan para wisudawan untuk terus belajar dan berkontribusi bagi negeri.

“Jadilah patriot yang membawa perubahan, menerangi sekelilingnya, dan membanggakan Indonesia,” tegasnya.

Dengan semangat ketangguhan dan kesiapan menghadapi masa depan, para wisudawan Untag Surabaya kini siap melangkah ke dunia nyata, membawa ilmu dan nilai yang mereka peroleh untuk membangun bangsa dan negara. (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#generasi muda #wisudawan #untag surabaya #rhenald kasali #Kabur aja dulu