Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Ekspor Non Migas Januari 2025 Tertinggi Dalam Dua Tahun

Nofilawati Anisa • Kamis, 20 Februari 2025 | 04:58 WIB
PETIK KOPI: Kopi menjadi salah satu komoditas ekspor non migas yang mengalami pertumbuhan tinggi di Januari 2025.
PETIK KOPI: Kopi menjadi salah satu komoditas ekspor non migas yang mengalami pertumbuhan tinggi di Januari 2025.

RADAR SURABAYA BISNIS - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut ekspor non migas pada Januari 2025 merupakan yang tertinggi dalam dua tahun terakhir.

Pada Januari 2025, total ekspor Indonesia mencapai USD 21,45 miliar.

Dimana tercatat USD 20,40 miliar untuk non migas dan USD 1,06 miliar untuk migas.

Meski turun 8,56 persen dibandingkan Desember 2024 atau secara bulanan, kata Budi, nilai ini justru naik 4,68 persen dibanding Januari 2024.

"Pada Januari 2025, pangsa ekspor sektor industri mencapai 84,00 persen, menjadikannya yang tertinggi bila dibandingkan dengan Januari 2023 dan Januari 2024," kata Budi dalam keterangan di Jakarta dilansir dari Antara, Rabu (19/2/2025).

Budi menjelaskan nilai ekspor non migas Januari 2025 juga turun bila dibandingkan dengan Desember 2024 sebesar 6,97 persen.

Namun ikut meningkat jika dibandingkan dengan Januari 2024 sebesar 6,81 persen.

Budi mengatakan, beberapa produk utama ekspor non migas dengan kenaikan tertinggi pada Januari 2025, antara lain, kapal, perahu, dan struktur terapung yang naik 4.732,44 persen, kakao dan olahannya naik 169,53 persen, bahan kimia anorganik naik 126,02 persen, kopi, teh, dan rempah-rempah naik 125,44 persen, serta logam mulia, perhiasan, dan permata naik 52,17 persen.

“Jika dilihat dari sektornya, kontribusi ekspor industri Indonesia terus meningkat selama tiga tahun terakhir,” ujarnya.

Sementara itu, lanjut Budi, sektor pertambangan menempati urutan kedua pangsa ekspor nonmigas untuk periode Januari 2025 dengan kontribusi sebesar 13,33 persen.

Kemudian, disusul sektor pertanian dengan kontribusi sebesar 2,67 persen.

Mendag mencatat, dilihat dari pertumbuhannya, sektor yang meningkat paling signifikan adalah pertanian.

Pada Januari 2025, sektor ini mencatat pertumbuhan sebesar 45,46 persen dibanding Januari 2024.

“Kemudian, diikuti sektor industri dengan pertumbuhan 14,02 persen. Di sisi lain, ekspor sektor pertambangan dan lainnya turun 26,45 persen,” ungkap Budi.

Dilihat dari pasar utama ekspor pada Januari 2025, Tiongkok, AS, dan India masih menjadi pasar utama ekspor non migas Indonesia dengan nilai ekspor sebesar USD 8,14 miliar.

Ketiga negara ini mencakup pangsa sebesar 39,89 persen dari total ekspor nonmigas nasional.

Dari sisi peningkatan ekspor non migas ke negara tujuan ekspor pada Januari 2025, ada sejumlah negara dengan peningkatan terbesar secara tahunan.

Arab Saudi naik 299,35 persen, diikuti Federasi Rusia 194,40 persen, Thailand 80,83 persen, Bangladesh 65,47 persen, dan Brasil 46,88 persen.

Ditinjau dari kawasannya, menurut Budi, kawasan tujuan ekspor non migas yang meningkat signifikan dibandingkan Januari 2024 di antaranya Eropa Timur dengan kenaikan 1.530,61 persen, diikuti Asia Tengah 386,42 persen, Asia Timur 148,09 persen, Asia Barat 84,36 persen, dan Afrika Selatan 43,02 persen. (ara/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Januari 2025 #budi santoso #ekspor #non migas #migas #menteri perdagangan (mendag)