RADAR SURABAYA BISNIS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah dimulai beberapa pekan lalu.
Pada tahap awal, belum semua anak-anak Indonesia mendapatkan makanan gratis bergizi dari pemerintah itu.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih berlaku di beberapa kota saja.
Untuk itu, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) paling tidak akhir tahun 2025 ini semua anak-anak di Indonesia mendapatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal tersebut disampaikan Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Badan Gizi Nasional, Tengku Syahdana, di sela-sela acara Kongres Muslimat NU di Surabaya, Jumat (14/2/2025).
"Jadi secara bertahap, setiap bulanSatuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah terverifikasi dan siap beroperasi di 36 Provinsi akan dilakukan operasi," ujarnya.
Syahdana menambahkan berdasarkan Profesor Naomi Aiba dari Kanagawa Institute of Technology Jepang, bahwa MBG di sekolah sudah ada sejak 1889. Namun menurutnya untuk Indonesia baru kali ini.
"Karena program ini baru pertama kali dan tidak mudah, sehingga kita perlu melakukan evaluasi setiap waktu hal-hal yang terjadi pada SPPG termasuk distribusi dan sebagainya itu kita evaluasi untuk dilakukan pembenahan. Jadi untuk evaluasinya setiap waktu," tegasnya.
Ditanya terkait adanya relawan yang menyatakan mundur karena tidak dibayar, Syahdana mengatakan kalau hal tersebut masih dalam bentuk cerita.
Menurutnya hingga saat ini tidak ada yang secara jelas hitam di atas putih untuk relawan yang menyatakan mundur.
"Sudah dibayar makanya istilah mundur sampai saat ini tidak ada," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Syahdana juga mengatakan susu bukan menjadi menu wajib dalam MBG.
Menurutnya bagi daerah yang mampu menyiapkan susu diperbolehkan.
"Jadi semua produk-produk bisa melalui sayuran dan sebagainya. Asalkan bisa memenuhi kalium, kalsium dan sebagainya," pungkasnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa