Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Petani Tebu Minta Pemerintah Batalkan Impor 200 Ribu Ton Gula, Ini Alasannya

Mus Purmadani • Jumat, 14 Februari 2025 | 01:19 WIB

ILUSTRASI: Petani tebu berharap pemerintah membatalkan impor gula karena stok di dalam negeri masih cukup.
ILUSTRASI: Petani tebu berharap pemerintah membatalkan impor gula karena stok di dalam negeri masih cukup.


RADAR SURABAYA BISNIS - Pemerintah akan mengimpor 200 ribu ton gula mentah (raw sugar) untuk menambah cadangan pangan selama 2025.

Hal tersebut mendapat penolakan dari Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI).

Ketua APTRI Soemitro Samadikoen kepada Radar Surabaya Bisnis mengatakan sebelumnya pihaknya pernah bertemu dengan Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan sekitar satu minggu yang lalu.

Menurutnya pihaknya sempat menanyakan berbagai hal termasuk salah satunya adalah impor gula.

"Saya bertanya kepada beliau apakah benar tidak impor Gula Kristal Putih (GKP)? jangan-jangan nanti impor raw sugar, ternyata seminggu setelah pertemuan kami, muncul berita Indonesia akan impor raw sugar 200 ton," ujarnya, Kamis (13/2/2025).

"Pemerintah menyebut importasi tersebut untuk buffer stock? Lah buat apa, stok gula produksi dalam negeri masih banyak kok, apalagi sekarang mau musim giling," imbuhnya.

Soemitro mengatakan stok gula di gudang pabrik per 31 Desember 2024 sebanyak 985.665,66 ton.

Kemudian pada 31 Januari 2025, stok gula sebanyak 842.517,21 ton.

Artinya distribusi langsung dari gudang pabrik gula selama bulan Januari sebanyak 143.148,4 ton.

"Kebutuhan normal dalam satu bulan rerata 225.000 ton hingga 250.000 ton. Artinya kekurangan dari rata-rata kebutuhan normal ini tercukupi karena adanya pasokan langsung dari pedagang distributor maupun sub-distributor. Distributor maupun pedagang pun sebenarnya juga punya stok gula," katanya.

⁠Sehingga bisa disimpulkan, lanjut Soemitro, sampai musim giling 2025 yang akan dimulai dari Sumatera sekitar bulan Maret-April, sisa stok akhir Januari 2025 sebanyak 842.517,21 ton di gudang produsen dan pabrik gula (PG).

Ditambah pasokan langsung di luar PG akan cukup sampai dengan musim giling 2025.

"Usulan kami agar impor gula tersebut dibatalkan. Kalaupun tidak bisa dibatalkan yang impor harus BUMN, jangan sampai swasta. Saya ini masih merasa heran dengan rencana impor tersebut. Karena biasanya impor itu karena lonjakan harga dan stok kurang, lah ini harga gula normal dan stok cukup. Impor ini justru mengganggu swasembada pangan dan melemahkan semangat petani menanam tebu," paparnya.

Diketahui pemerintah akan mengimpor 200 ribu ton gula mentah (raw sugar) untuk menambah cadangan pangan selama 2025.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menegaskan impor ini bukan karena produksi dalam negeri tidak mencukupi, melainkan agar stok dan harga gula tetap aman.

Pasalnya menurut Arief, harga gula mulai bergerak naik, dan berkontribusi pada inflasi sebesar 1,4 persen. (mus/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#aptri #Soemitro Samadikoen #impor gula #raw sugar #asosiasi petani tebu rakyat indonesia